Semarang (18/8) – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (UNDIP) menyelenggarakan Kuliah Umum bertema “Membangun Ekosistem Pendidikan Tinggi Berkelas Dunia untuk Mencetak Talenta Unggul, Inovatif, dan Berdampak bagi Indonesia”, Selasa (18/8/2026), pukul 10.00 WIB – selesai di R Auditorium FIMENA FISIP UNDIP. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Muhamad Hasan Chabibie, S.T., M.Si., Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.
Dalam paparannya, Hasan Chabibie menekankan bahwa perubahan dunia kerja berlangsung semakin cepat seiring perkembangan kecerdasan artifisial (AI), digitalisasi, transisi hijau, serta dinamika geopolitik. Kondisi tersebut menuntut perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan dengan penguasaan pengetahuan, tetapi juga talenta yang mampu beradaptasi, berinovasi, memecahkan persoalan, dan bekerja dalam lingkungan global.

Dekan FISIP UNDIP, Prof. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin., menyampaikan bahwa penguatan ekosistem pendidikan tinggi menjadi bagian penting dari langkah FISIP UNDIP menuju fakultas berkelas dunia. Menurutnya, internasionalisasi harus diikuti dengan peningkatan kualitas pembelajaran dan kompetensi lulusan.
“Kita tidak hanya ingin menghasilkan lulusan yang pintar secara akademik, tetapi juga lulusan yang mampu bersaing, beradaptasi, dan memberikan dampak di tingkat nasional maupun global. Karena itu, ekosistem pendidikan harus kita bangun bersama agar mahasiswa memperoleh pengalaman dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujar Dekan.
Prof. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin menambahkan bahwa pencapaian FISIP UNDIP di tingkat global harus diikuti dengan penguatan kualitas internal, mulai dari pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan mahasiswa dan alumni. FISIP UNDIP sendiri terus mendorong penguatan reputasi akademik dan internasionalisasi sebagai bagian dari komitmen menuju World Class Faculty.

Salah satu gagasan utama dalam kuliah umum adalah perlunya mengubah orientasi internasionalisasi dari sekadar aktivitas menuju pembangunan “operating system for talent”. Kampus perlu menyediakan pengalaman global melalui kurikulum, proyek kolaboratif lintas negara, virtual mobility, dosen dan praktisi internasional, studi kasus global, serta berbagai proyek berbasis persoalan nyata.
Pendekatan tersebut juga mendorong transformasi pembelajaran dari “what students know” menjadi “what students can do”. Mahasiswa perlu memiliki kesempatan menerapkan pengetahuan melalui analisis kebijakan, studi kasus, policy brief, simulasi, riset, policy lab, internship, dan proyek internasional.

Bagi mahasiswa, kompetensi tersebut menjadi semakin penting. Lulusan dituntut mampu memahami persoalan global sekaligus memiliki kemampuan analitis, literasi digital dan AI, komunikasi lintas budaya, serta kemampuan mengambil keputusan dalam situasi kompleks.
Kuliah umum ini sekaligus menegaskan bahwa employability merupakan tanggung jawab ekosistem kampus. Pengembangan karier perlu dimulai sejak mahasiswa memasuki perguruan tinggi melalui penguatan portofolio, pengalaman proyek, jejaring profesional, serta koneksi dengan organisasi internasional, perusahaan multinasional, NGO, think tank, dan berbagai institusi lainnya.
Melalui kegiatan ini, FISIP UNDIP menegaskan komitmennya untuk membangun pendidikan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga talenta global yang unggul, inovatif, adaptif, dan berdampak bagi Indonesia.