Semarang, 22 Mei 2026 — Departemen Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro, kembali menyelenggarakan program Undip Global Classroom pada Mata Kuliah Metode Penelitian Kualitatif. Kegiatan ini mengangkat topik “Qualitative Research Method in Public Administration” dengan menghadirkan Dr. Gerben Moerman dari Universiteit van Amsterdam sebagai pemateri.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Departemen Administrasi Publik FISIP UNDIP dalam memperkuat kualitas pembelajaran internasional, khususnya dalam bidang metodologi penelitian kualitatif. Melalui forum ini, mahasiswa memperoleh wawasan langsung dari akademisi internasional mengenai perkembangan, potensi, dan tantangan penelitian kualitatif dalam studi administrasi publik.
Dalam pemaparannya, Dr. Gerben Moerman menjelaskan pentingnya collaborative inquiry dalam penelitian kualitatif. Materi yang disampaikan menekankan bahwa kolaborasi dalam analisis kualitatif dapat membantu peneliti untuk berpikir dengan data yang lebih besar dan pertanyaan penelitian yang lebih luas. Ia juga menyoroti pentingnya teori, makna, interpretasi, serta kerja sama antaranalis dalam menjaga kualitas analisis data kualitatif. Materi tersebut juga membahas isu penggunaan big textual data, automated coding, semantic analysis, machine learning, natural language processing, hingga artificial intelligence dalam penelitian kualitatif, dengan catatan bahwa validitas dan makna tetap harus menjadi perhatian utama peneliti .
Dr. Moerman juga memberikan contoh bagaimana kolaborasi peneliti dapat memperkaya proses analisis, mulai dari pelatihan coder, penggunaan perangkat lunak seperti ATLAS.ti, pengujian reliabilitas antar-coder, hingga proses diskusi dan validasi makna dalam tim penelitian. Menurutnya, kode dalam penelitian kualitatif tidak hanya berfungsi untuk mengorganisasi data, tetapi juga membantu membuka pola, menjawab pertanyaan penelitian, dan bahkan menghasilkan pertanyaan-pertanyaan baru yang lebih mendalam.
Selain itu, materi juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai perspektif dalam penelitian kualitatif. Kolaborasi memungkinkan peneliti memahami konteks yang berbeda, mengakses partisipan yang lebih beragam, serta mengembangkan pendekatan metodologis yang lebih kaya. Dalam konteks administrasi publik, pendekatan ini sangat relevan karena isu-isu publik sering kali bersifat kompleks, lintas aktor, dan membutuhkan pemahaman mendalam terhadap pengalaman, makna, serta dinamika sosial masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan konseptual tentang metode penelitian kualitatif, tetapi juga mendapatkan gambaran praktis mengenai bagaimana penelitian kualitatif dilakukan dalam skala kolaboratif dan internasional. Diskusi yang berlangsung juga memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai bagaimana metode kualitatif dapat digunakan untuk menganalisis fenomena administrasi publik, kebijakan publik, pelayanan publik, dan tata kelola pemerintahan secara lebih kritis dan reflektif.
Departemen Administrasi Publik FISIP UNDIP berharap kegiatan Undip Global Classroom ini dapat memperkuat atmosfer akademik internasional, meningkatkan kapasitas metodologis mahasiswa, serta mendorong lahirnya penelitian-penelitian administrasi publik yang lebih berkualitas, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan global. Program ini juga menjadi wujud komitmen Departemen Administrasi Publik dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi di Universitas Diponegoro.