Semarang (03/05) – Divisi Annisa Forum Keluarga Mahasiswa Muslim (FKMM) FISIP Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan Annisa Talk sebagai upaya memberikan ruang diskusi bagi mahasiswi untuk mengeksplorasi potensi diri sekaligus menjadi wadah pemberdayaan muslimah di lingkungan kampus. Kegiatan ini mengusung tema “Perempuan, Mimpi, dan Ruang Kepemimpinan” yang mengajak peserta untuk merefleksikan peran strategis perempuan, berani mewujudkan mimpi besar, serta bangkit menjadi sosok pemimpin muslimah yang kontributif dan berdaya.
Kegiatan Annisa Talk dilaksanakan pada Minggu, 03 Mei 2026 bertempat di ICMI Orwil Jawa Tengah. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan oleh ketua pelaksana serta Wamas’ul FKMM Fisip Undip. Acara kemudian dilanjutkan dengan Pemaparan Materi dengan tema “Perempuan, Mimpi, dan Ruang Kepemimpinan” yang disampaikan oleh Kak Khafidah Kurni Kova, mahasiswi S1-Peternakan Universitas Diponegoro.
Kegiatan Annisa Talk dihadiri oleh akhwat dari berbagai Lembaga dakwah di Undip sebagai pesertanya. Materi Annisa Talk kali ini menyoroti bahwa ruang untuk bertumbuh telah terbuka lebar bagi muslimah. Meski saat ini perempuan masih sering terbentur stigma “terlalu ambisius” saat menempuh pendidikan tinggi atau berkarier, kegiatan ini menekankan bahwa mimpi adalah jalan untuk memberikan kehormatan dan kebermanfaatan.

Perempuan muslimah harus memiliki prinsip untuk mampu berkontribusi di mana pun dan kapan pun. Sosok inspiratif seperti Rahmah El Yunusiyyah di bidang pendidikan dan Nurhayati Subakat (Founder Paragon Corp) di dunia bisnis menjadi bukti nyata bahwa perempuan bisa berdaya tanpa kehilangan jati diri. Dengan demikian, perlu ditekankan bahwa pentingnya perempuan memiliki prinsip yang kuat untuk menjaga marwah sembari memaksimalkan potensi. Setiap perempuan berkesempatan untuk menjadi representasi muslimah yang baik di ruang publik maupun kepemimpinan.

Setelah sesi pemaparan materi berakhir, suasana semakin interaktif dengan adanya sesi tanya jawab. Peserta diberi kesempatan untuk bertanya terkait materi yang telah disampaikan dan nantinya akan djawab langsung oleh Kak Kova. Agenda kemudian dilanjut dengan sesi diskusi kelompok untuk membedah study case yang relevan dengan tema kegiatan. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk berdiskusi dan berpikir kritis serta solutif dan dilanjutkan dengan presentasi. Sebagai penutup, acara diakhiri dengan sesi refleksi di mana para peserta diminta menuliskan harapan pribadi mereka sebagai seorang perempuan. Sesi penuangan harapan ini menjadi simbol komitmen bersama untuk saling mendukung dalam meraih mimpi dan berkontribusi di ruang kepemimpinan yang lebih luas. (Fadia Kartika Putri/FKMM)