Departemen HI UNDIP dan Tim Marina Hadiri Jambore Pekerja Perikanan Indonesia 2026 di Pemalang

Pemalang, 10 Februari 2026 – Departemen Hubungan Internasional Universitas Diponegoro (HI UNDIP) bersama Tim Marina turut berpartisipasi dalam Jambore Pekerja Perikanan Indonesia 2026 yang diselenggarakan oleh Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) di Desa Asemdoyong, Kabupaten Pemalang. Kegiatan ini merupakan ruang konsolidasi nasional bagi pekerja perikanan, serikat buruh, organisasi masyarakat sipil, dan mitra strategis untuk memperkuat perlindungan hak Awak Kapal Perikanan (AKP), khususnya yang bekerja secara migran.

Partisipasi Departemen HI UNDIP dalam kegiatan ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Hubungan Internasional, yaitu Muhammad Arief Zuliyan, S.IP., LL.M., Palupi Anggraheni, S.IP., M.A., Izzatiddiena Nur Safira, Arini Emmanuella Riswanti, dan I Gede Gohan Adiputra.

Dalam diskusi panel, terdapat pembahasan mengenai isu-isu penting seperti tantangan perlindungan AKP migran, potensi tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di sektor perikanan, pentingnya migrasi prosedural, krisis iklim, perspektif gender, hingga urgensi penguatan tata kelola penempatan pekerja perikanan Indonesia. Diskusi juga menyoroti masih adanya persoalan sistemik seperti praktik kerja eksploitatif, lemahnya pengawasan, serta kebutuhan penguatan peran serikat pekerja sebagai ruang advokasi dan perlindungan kolektif.

Departemen HI UNDIP dan Tim Marina berkontribusi sebagai mitra akademik dalam menjembatani perspektif kebijakan global termasuk instrumen seperti ILO C188 dan MLC 2006 dengan realitas lapangan yang dihadapi pekerja perikanan. Keterlibatan akademisi dan mahasiswa ini sekaligus menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pendekatan kolaboratif dalam perlindungan pekerja migran.

Melalui partisipasi ini, Departemen HI UNDIP dan Tim Marina berharap dapat memperkuat kolaborasi dengan SBMI, IOM, IOJI, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong riset, advokasi, serta penyusunan rekomendasi kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan AKP migran Indonesia.

Kehadiran akademisi dan mahasiswa dalam forum ini menjadi refleksi nyata peran ilmu Hubungan Internasional dalam isu kemanusiaan, tata kelola migrasi, dan perlindungan pekerja lintas batas.

Kontak Media:
Departemen Hubungan Internasional
Universitas Diponegoro

You cannot copy content of this page