Ilmu Komunikasi Undip Resmi Gelar Uji Coba Perkuliahan Tatap Muka

Uji Coba Perkuliahan Tatap Muka di Departemen Ilmu Komunikasi Undip (Gambar: Syahida)

Menjalani sistem kuliah tatap muka seperti sedia kala, belakangan ini menjadi impian bagi para mahasiswa. Adalah kabar baik bahwa hal tersebut tampak mulai terwujud dengan adanya uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) atau  yang biasa dikenal dengan istilah hybrid.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP Undip) telah resmi menggelar percobaan pembelajaran tatap muka pada Senin (18/10) lalu.

Sebagai program studi yang diberi kesempatan untuk melakukan uji coba PTM, Program Studi Ilmu Komunikasi berupaya menggelar kelas tatap muka dengan melakukan sejumlah persiapan.

Persiapan Sistem Perkuliahan Hybrid oleh Pihak Universitas

Fhatwa Hilal selaku mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2020 mengutarakan pendapatnya mengenai persiapan yang telah dilakukan oleh pihak universitas. Ia menilai bahwa penyelenggaraan uji coba PTM sudah cukup baik dalam beberapa aspek.

“Sudah cukup baik dalam hal pengaturan protokol kesehatan. Ada juga penambahan media pendukung yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran,” ungkapnya saat diwawancarai pada Kamis (21/8).

Pihak universitas juga memaksimalkan persiapan uji coba PTM dengan diberikannya arahan dan pelatihan kepada para dosen. Agus Naryoso selaku dosen Ilmu Komunikasi Undip menyampaikan adanya pelatihan untuk para dosen bertujuan agar dapat dilakukan pengajaran secara optimal dalam uji coba PTM.

“Arahan diberikan oleh tingkat fakultas untuk uji coba PTM. Pelatihan ini termasuk bagaimana beradaptasi dengan teknologi canggih. Misalnya platform Microsoft Teams yang dihubungkan ke layar sebesar 100 inci sehingga mahasiswa yang berkuliah daring dapat tertuju ke layar tersebut,” jelasnya saat diwawancarai pada Senin (25/8).

Agus menilai bahwa ini merupakan pengalaman yang tak biasa karena ia diberikan kesempatan untuk mencoba teknologi yang tidak dikenal sebelumnya.

Tak hanya itu, pihak universitas juga memaksimalkan fasilitas keamanan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Fhatwa berpendapat bahwa fasilitas yang disiapkan sudah cukup lengkap.

“Menurut saya, fasilitas keamanan dan pencegahan penyebaran virus Covid-19 yang disediakan oleh pihak universitas sudah cukup lengkap. Terdapat alat screening suhu tubuh dan antiseptik otomatis. Lalu, pengaturan jarak pada ruang kelas juga sudah sesuai sehingga sirkulasi udara kelas dapat terpenuhi dengan baik,” jelasnya.

Perkuliahan Tatap Muka dan Keunggulannya

Fhatwa pun menilai bahwa fasilitas pendukung dalam kegiatan pembelajaran tatap muka yang diberikan sudah layak.

“Lebih proper karena ada sirkulasi udara yang nyaman, meja dan kursi untuk menulis, serta suasana belajar yang kondusif,” terangnya.

Fasilitas tersebut pun berkontribusi pada suasana yang lebih kondusif selama pembelajaran berlangsung. Ia merasa dapat lebih fokus dalam memahami pemaparan materi dan pokok bahasan yang disampaikan oleh dosen.

“Kuliah tatap muka juga bisa membuat saya menjalin komunikasi secara informal dan berkonsultasi secara langsung dengan dosen,” tambahnya.

Mahasiswa Diharapkan Memanfaatkan Kesempatan Uji Coba PTM

Agus berharap semoga ke depannya semakin banyak mahasiswa yang dapat terlibat dalam uji coba PTM karena ia melihat hal ini akan menjadi pengalaman yang menarik bagi para mahasiswa.

“Ya, cobalah ikut. Saya berharap semakin banyak mahasiswa yang ikut uji coba PTM sehingga atmosfer perkuliahan tatap muka bisa meningkat,” terangnya.

Ia berharap kesempatan ini dapat digunakan dengan baik karena mahasiswa dapat lebih mengenal kampus dengan memanfaatkan fasilitas yang ada.

“Seharusnya mahasiswa lebih senang menikmati kampus baru. Ada fasilitas yang bisa dimanfaatkan, lingkungan baru, dan kelas baru. Saya harap teman-teman S-1 Ilmu Komunikasi dapat memanfaatkan kesempatan uji coba PTM dengan baik,” pungkasnya.

Penulis: Almira Khairunnisa

Reporter: Kartika Conny/Sanita Sitinjak

Editor: Annisa Qonita Andini

You cannot copy content of this page