FISIP UNDIP Gelar General Lecture: Media dan Demokrasi di Asia Tenggara

Posted by Admin

April 1, 2026

Semarang, 31 Maret 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP UNDIP) menyelenggarakan kegiatan General Lecture bertajuk “Media and Democracy in Southeast Asia” yang dilaksanakan secara hybrid di Theatre Room FISIP UNDIP dan melalui platform Zoom.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan oleh Dekan FISIP UNDIP, Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin, yang menekankan pentingnya penguatan kapasitas akademik mahasiswa dalam memahami dinamika politik kontemporer, khususnya dalam kaitannya dengan perkembangan media digital dan demokrasi. Dalam sambutannya, beliau juga menyoroti peran perguruan tinggi sebagai ruang kritis dalam membangun literasi politik dan media di era disrupsi informasi.

Sebagai pembicara utama, Dr. Patrick Keilbart, Senior Lecturer dari Goethe University Frankfurt, menyampaikan materi yang mengangkat tema mediatization, polarisasi, dan politik identitas di Asia Tenggara. Dalam paparannya, Dr. Keilbart menjelaskan bahwa kawasan Asia Tenggara merupakan salah satu wilayah dengan keragaman sistem media yang tinggi, namun juga menghadapi tantangan serius dalam kebebasan pers dan kualitas demokrasi.

Ia menyoroti bahwa perkembangan media digital telah membawa dua sisi yang kontradiktif: di satu sisi membuka ruang partisipasi dan pluralisasi wacana, namun di sisi lain juga memperkuat fenomena misinformasi, polarisasi, dan politik identitas. Bahkan, beberapa negara di Asia Tenggara mengalami penurunan kualitas demokrasi, yang dipengaruhi oleh meningkatnya ketimpangan, menurunnya kepercayaan publik, serta dominasi aktor-aktor kuat dalam politik .

Lebih lanjut, Dr. Keilbart memperkenalkan konsep mediatization, yaitu meningkatnya ketergantungan sistem politik terhadap media dalam membentuk realitas sosial dan politik. Ia juga menekankan pentingnya media and information literacy (MIL) sebagai strategi utama untuk menghadapi fenomena “infodemic” atau banjir informasi palsu yang semakin marak sejak pandemi COVID-19. Dalam konteks ini, literasi media tidak hanya mencakup kemampuan mengakses informasi, tetapi juga menganalisis, mengevaluasi, dan memproduksi konten secara kritis, sehingga masyarakat dapat menjadi aktor yang aktif dan rasional dalam kehidupan demokrasi .

Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang melibatkan mahasiswa dan dosen, membahas berbagai isu seperti peran media sosial dalam kampanye politik, tantangan demokrasi di Indonesia, serta relevansi teori-teori Barat dalam konteks Asia Tenggara. Melalui kegiatan ini, FISIP UNDIP berharap dapat memperkuat wawasan global mahasiswa sekaligus meningkatkan kemampuan analitis dalam memahami hubungan antara media dan demokrasi. General Lecture ini juga menjadi bagian dari komitmen FISIP UNDIP dalam menghadirkan diskursus akademik yang relevan dengan perkembangan global dan regional.

MORE FROM @FISIP UNDIP

0 Komentar

You cannot copy content of this page