Stadium General FISIP Undip: Sinergi Pesantren dan Perguruan Tinggi Wujudkan Ekonomi Berkelanjutan

Posted by Admin

Maret 4, 2026

Semarang (03/03) – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) menggelar kegiatan Stadium General bertajuk “Dari Pesantren untuk Peradaban: Strategi Pemberdayaan Masyarakat untuk Ekonomi Berkelanjutan” pada Selasa, 3 Maret 2026. Acara yang berlangsung di Ruang Auditorium FIMENA Gedung A Lantai 3, Kampus FISIP Undip Tembalang ini menjadi wadah strategis untuk merumuskan peran lembaga pendidikan, baik perguruan tinggi maupun pesantren, dalam pembangunan masyarakat. Kegiatan ini merupakan perwujudan nyata dari visi Undip Bermartabat, Undip Bermanfaat, yang tidak hanya menekankan pada pencapaian akademik, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi kemaslahatan umat dan kemajuan peradaban bangsa.

Stadium general ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari berbagai daerah. Tampak hadir Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., para kepala daerah seperti Bupati Tegal H. Ischak Maulana Rohman, S.H., Wakil Wali Kota Tegal Hj. Tazkiyatul Muthmainnah, S.K.M., M.Kes., Wakil Bupati Semarang Dra. Hj. Nur Arifah, serta Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. Kehadiran juga datang dari jajaran legislatif, yakni Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq, S.Pd.I, Ketua DPRD Batang H. Suudi, S.Ag., Ketua DPRD Kabupaten Tegal H. Wasbun Jauhara Khalim, S.E., Ketua DPRD Demak H. Zayinul Fatah, S.E., dan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah H. Sarif Abdillah, S.Pd.I.

Dalam sambutannya, Dekan FISIP Undip, Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin, menyampaikan harapan besarnya terhadap forum tersebut. “Semoga (kegiatan) ini memberikan angin yang baik untuk kita semua di tengah suasana yang serba prihatin dan mendadak,” ujarnya di hadapan para hadirin. Pernyataan ini menegaskan urgensi diskusi mengenai pemberdayaan masyarakat sebagai oase di tengah tantangan sosial-ekonomi yang dinamis.

Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. Dalam pidatonya, beliau memaparkan berbagai capaian inovasi Universitas Diponegoro yang selaras dengan visi kebermanfaatan.  Lebih lanjut, Prof. Suharnomo menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan lembaga pendidikan keagamaan. Ia secara terbuka menyatakan bahwa Undip membuka peluang kerja sama dengan pondok pesantren untuk mengembangkan berbagai program pemberdayaan.

“Bangsa ini membutuhkan banyak sekali tangan-tangan orang baik yang bisa datang bareng-bareng, yang sedikit banyak bisa menyelesaikan terkait masalah yang ada di masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, acara inti Stadium General menghadirkan pembicara utama, K.H. Muhammad Yusuf Chudlori, yang dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Tegalrejo, Magelang. Dalam materinya, ia mengupas tuntas peran strategis pesantren sebagai pilar peradaban. Ia menegaskan bahwa eksistensi pesantren tidak bisa dilepaskan dari denyut nadi masyarakat. “Pesantren tumbuh bersama masyarakat, tidak bisa dipisahkan dari masyarakat,” ungkapnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Tegalrejo yang didirikan sejak tahun 1944 ini juga menyoroti fungsi utama lembaga pendidikan Islam. Menurutnya, meskipun pendalaman agama menjadi tujuan, yang paling utama adalah pembangunan mental dan karakter. Selain itu, ia juga mendorong para mahasiswa untuk meneladani jiwa entrepreneurship Rasullullah SAW dan mandiri serta berkontribusi pada ekonomi umat.

Stadium General ini menjadi bukti konkret komitmen Universitas Diponegoro dalam menjembatani teori akademik dengan kearifan lokal yang tumbuh di pesantren. Dengan mengusung semangat Undip Bermanfaat, kolaborasi antara kampus dan pesantren diharapkan mampu melahirkan agen-agen perubahan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental dan berjiwa sosial tinggi. Sinergi ini menjadi fondasi kokoh untuk membangun peradaban Indonesia yang bermartabat melalui pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

MORE FROM @FISIP UNDIP

0 Komentar

You cannot copy content of this page