FISIP UNDIP dan Japan Foundation Sukses Menggelar Acara Campus Town Hall #3

Posted by Admin

Februari 27, 2026

SEMARANG (26/02) – Program Studi Hubungan Internasional  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro bekerja sama dengan The Japan Foundation dalam menyelenggarakan kegiatan Campus Town Hall #3 bertema “Blue Economy: The Importance and Challenges” di Auditorium FIMENA FISIP Undip, Kamis (26/2/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai konsep ekonomi biru beserta peluang dan tantangan implementasinya di tingkat nasional maupun kawasan ASEAN.

Kegiatan dibuka oleh Dekan FISIP Undip Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin, dan dihadiri oleh para narasumber, serta mahasiswa Hubungan Internasional FISIP Undip. Hadir sebagai pembicara Mohamad Rahmat Mulianda selaku Director for Marine Affairs and Fisheries Kementerian PPN/Bappenas, Reo Kawamura selaku Director for Environmental Policy and Regional Knowledge Center for Marine Plastic Debris ERIA, serta Gusti Ayu Meisa Kurnia Dewi Silakarma dari Sekretariat ASEAN. Sesi talk show dipandu oleh Muhammad Subhan, S.IP, M.InternatRel sebagai moderator.

Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan The Japan Foundation yang menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi akademik dan lembaga internasional dalam memperkuat kapasitas generasi muda terhadap isu keberlanjutan kelautan. Dalam sambutannya, Dekan FISIP Undip Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin menegaskan bahwa ekonomi biru merupakan isu strategis yang tidak hanya berdampak pada level nasional, tetapi juga global. “Tantangan yang kita hadapi saat ini tidak hanya berada pada level lokal, tetapi juga merupakan persoalan global. Dalam mengimplementasikan ekonomi biru, kita harus memastikan tidak ada negara berkembang yang tertinggal. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran bersama, pertukaran pengalaman, serta penguatan kolaborasi lintas negara ke depan,” ujarnya.

Memasuki sesi talk show, Mohamad Rahmat Mulianda memaparkan implementasi ekonomi biru di Indonesia dalam kerangka kebijakan pembangunan nasional. Ia menjelaskan keterkaitan ekonomi biru dengan triple planetary crisis, perkembangan global ekonomi biru, serta peluang dan modalitas pengembangannya di Indonesia. Selain itu, ia menyoroti pentingnya integrasi kebijakan pusat dan daerah agar pengelolaan sumber daya laut dapat berjalan secara berkelanjutan.

Reo Kawamura membahas polusi plastik laut sebagai risiko utama terhadap keberlanjutan ekonomi biru di kawasan ASEAN. Ia menguraikan dampak ekologis, kesehatan, dan kerugian ekonomi akibat polusi plastik, serta memaparkan peran ERIA melalui Regional Knowledge Center for Marine Plastic Debris dalam memperkuat basis data, kebijakan, dan kerja sama regional guna mewujudkan laut yang sehat bagi ekonomi biru yang berkelanjutan.

Sementara itu, Gusti Ayu Meisa Kurnia Dewi Silakarma memaparkan potensi ekonomi biru ASEAN, keselarasan kebijakan antarnegara anggota, serta rencana implementasi ASEAN Blue Economy 2026–2030. Ia juga menyoroti tantangan koordinasi lintas sektor dan dinamika integrasi negara anggota dalam penerapan indikator ekonomi biru di kawasan.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Mahasiswa mengangkat berbagai isu, antara lain terkait pendanaan SDGs 14 life below water, koordinasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, dampak ekonomi dari polusi plastik, hingga dinamika implementasi ekonomi biru di ASEAN. Diskusi ini memperkaya pemahaman peserta mengenai keterkaitan kebijakan nasional, regional, dan global dalam pengelolaan sumber daya kelautan.

Melalui penyelenggaraan Campus Town Hall #3, FISIP Undip menegaskan komitmennya dalam mendorong ruang dialog akademik yang konstruktif serta memperkuat literasi mahasiswa terhadap isu strategis maritim dan keberlanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi akademik dalam mendukung pengembangan ekonomi biru yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia dan kawasan ASEAN.

MORE FROM @FISIP UNDIP

0 Komentar

You cannot copy content of this page