Semarang, 20-22 November 2025. Bidang Riset Ilmu Strategis UPK Aufklarung FISIP Universitas Diponegoro sukses menyelenggarakan Leksika Fest 2025, sebuah kegiatan literasi yang berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis, 20 November hingga Sabtu, 22 November 2025 di Gazebo Barat Student Center Undip. Mengangkat tema “Narasi yang Melawan: Buku, Sejarah, dan Kemanusiaan”, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk merayakan budaya baca, berdiskusi, serta mengekspresikan gagasan secara kreatif.
Leksika Fest dibuka dengan rangkaian bazar buku yang digelar setiap hari mulai pukul 12.00 hingga 17.10 WIB. Bazar ini menyajikan beragam koleksi buku dengan harga terjangkau, sekaligus menghadirkan ruang nyaman bagi mahasiswa yang ingin mencari bacaan baru ataupun sekadar menikmati suasana literasi. Pada hari pertama, acara dilengkapi dengan Book Party, sebuah sesi membaca bersama yang diakhiri dengan diskusi ringan mengenai buku yang dibaca peserta. Suasana hangat dan interaktif dalam kegiatan ini berhasil menarik antusiasme pengunjung, menciptakan atmosfer yang menyenangkan bagi para pecinta literasi.
Memasuki hari kedua, Leksika Fest menghadirkan Bedah Buku “Manusia Indonesia” karya Mochtar Lubis bersama Dava Maheswara. Diskusi mendalam mengenai identitas, kemanusiaan, dan karakter masyarakat Indonesia ini menjadi salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta. Kehadiran diskusi tersebut tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga merefleksikan tema besar Leksika Fest yang menekankan pentingnya membaca sebagai alat kritik dan kesadaran sosial.
Hari ketiga ditutup dengan Panggung Bebas, sebuah ruang ekspresi seni yang menghadirkan berbagai penampilan mulai dari monolog, review buku, musik, hingga orasi kebangsaan. Mahasiswa dari berbagai program studi menunjukkan kreativitasnya, menjadikan panggung ini sebagai simbol bahwa literasi tidak hanya hadir dalam bentuk teks, tetapi juga melalui seni dan suara yang disuarakan secara bebas.
Selama tiga hari penyelenggaraan, Leksika Fest berhasil menarik total 141 peserta, melampaui target awal 100 peserta. Tingginya antusiasme menunjukkan bahwa minat terhadap literasi, diskusi kritis, dan kegiatan berbasis pengetahuan masih kuat di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi lintas prodi, memperkuat hubungan sosial sekaligus memperkaya tradisi akademik di lingkungan Undip. Dengan keberhasilan penyelenggaraan Leksika Fest 2025, UPK Aufklarung berharap kegiatan literasi ini dapat menjadi kegiatan berkelanjutan yang terus menghadirkan ruang membaca, berdiskusi, dan berkarya bagi mahasiswa. Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi tentang bagaimana narasi dapat melawan, menghidupkan diskursus, dan memperluas cakrawala berpikir generasi muda.



0 Komentar