Customize Consent Preferences

We use cookies to help you navigate efficiently and perform certain functions. You will find detailed information about all cookies under each consent category below.

The cookies that are categorized as "Necessary" are stored on your browser as they are essential for enabling the basic functionalities of the site. ... 

Always Active

Necessary cookies are required to enable the basic features of this site, such as providing secure log-in or adjusting your consent preferences. These cookies do not store any personally identifiable data.

No cookies to display.

Functional cookies help perform certain functionalities like sharing the content of the website on social media platforms, collecting feedback, and other third-party features.

No cookies to display.

Analytical cookies are used to understand how visitors interact with the website. These cookies help provide information on metrics such as the number of visitors, bounce rate, traffic source, etc.

No cookies to display.

Performance cookies are used to understand and analyze the key performance indexes of the website which helps in delivering a better user experience for the visitors.

No cookies to display.

Advertisement cookies are used to provide visitors with customized advertisements based on the pages you visited previously and to analyze the effectiveness of the ad campaigns.

No cookies to display.

FISIP UNDIP Tuan Rumah Forum Pakar PWNU Jawa Tengah

Posted by Admin

Februari 14, 2025

Para ulama atau cendekia yang memiliki pengalaman dan penguasaan keilmuan yang memadai tidak boleh hanya berdiam diri saja di belakang meja. Ada banyak masalah yang ada di lingkup Jawa Tengah ini yang menunggu kontribusi nyata dari para ulama dan cendekia. Hal ini disampaikan oleh Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah KH. Ubaidullah Shodaqoh dalam sambutan pembukaan “Forum Pakar Nahdlatul Ulama Jawa Tengah” yang diselenggarakan atas kerjasama PWNU Jawa Tengah, Lakpesdam PWNU Jawa Tengah dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.

Forum yang pertama kali digelar ini bertajuk Inisiasi Peta Jalan Kelembagaan NU Jawa Tengah untuk Kemaslahatan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045 pada Kamis pagi (13/02/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai akademisi dan tokoh NU Jawa Tengah. Di antaranya Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah, KH. Ubaidullah Shodaqoh, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, KH. Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), Dekan FISIP UNDIP, Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin dan Ketua Lakpesdam PWNU Jawa Tengah, M. Zainal Anwar, M.S.I. Akademisi lain berasal dari berbagai kampus negeri dan swasta di Jawa Tengah misalnya Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Semarang (USM), Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS), UIN Walisongo, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara, IAIN Kudus, dan UIN Raden Mas Said Surakarta. Dari Yogyakarta juga hadir sebagai peninjau, yakni akademisi dari Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta.

KH Ubaidullah Shodaqah mengatakan bahwa ada banyak persoalan dan tantangan di masyarakat Jawa Tengah yang hingga saat ini masih belum terpecahkan, misalnya soal pengangguran, penghasilan rendah bagi kelas bawah dan sebagainya. “Dengan kondisi tersebut, NU tidak boleh acuh dan harus mengambil peran. Para akademisi harus ikut terlibat dan mau mengurusi urusan umat. Terutama bagi para profesor yang harus mau ikut terlibat permasalahan masyarakat,” tegas pengasuh Pondok Pesantren Al – Itqon Kota Semarang – Jawa Tengah.

Penyelenggaraan diskusi Forum Pakar NU Jawa Tengah ini juga disambut baik Dekan FISIP UNDIP Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin. “FISIP UNDIP memiliki komitmen untuk terlibat dalam diskusi ilmiah berkaitan dengan penguatan organisasi keagamaan sebagian bagian dari masyarakat sipil dan berkontribusi positif dan nyata dalam perubahan sosial. Hal ini juga sejalan motto UNDIP yakni bermartabat bermanfaat,” ujarnya. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Departemen Politik dan Ilmu Pemerintahan (DPIP) FISIP Universitas Diponegoro, Dr. Nur Hidayat Sardini, S.Sos., S.H., M.Si sebagai moderator dan menghasilkan poin-poin rekomendasi penting bagi Nahdlatul Ulama sebagai kekuatan masyarakat sipil di Indonesia. Relevansinya sampai dengan saat ini masih nyata dan harus terus ditingkatkan kapasitas maupun jejaringnya.

MORE FROM @FISIP UNDIP

0 Komentar