Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi dengan menyambut mahasiswa mancanegara melalui berbagai program akademik. Pada semester genap tahun akademik 2025/2026, FISIP Undip menerima sepuluh mahasiswa asing dari tiga negara, yaitu Vietnam, Rusia, dan Jerman melalui program pertukaran mahasiswa Diponegoro Exchange Experience Program (DEEP). Para mahasiswa tersebut mengikuti perkuliahan di lingkungan International Undergraduate Program (IUP) Administrasi Bisnis, sekaligus memperoleh pengalaman akademik dan budaya di Kota Semarang.
Kehadiran mahasiswa internasional ini turut memperkaya suasana akademik di lingkungan FISIP Undip. Selain mengikuti kegiatan perkuliahan di kelas internasional, para mahasiswa juga berinteraksi dengan mahasiswa lokal, mempelajari dinamika sosial budaya Indonesia, serta memperluas jejaring akademik dan global. Program DEEP menjadi salah satu inisiatif strategis dalam memperkuat kolaborasi pendidikan lintas negara serta mendukung terciptanya lingkungan pembelajaran yang semakin inklusif dan berorientasi global.
Komitmen terhadap internasionalisasi juga tercermin dalam penyelenggaraan International Students Gathering 2026: The Orange Harbor yang berlangsung di Auditorium Fimena pada Jumat, 27 Februari 2026. Kegiatan ini dihadiri puluhan mahasiswa internasional yang tengah menempuh studi di FISIP Undip melalui berbagai program internasional, termasuk IUP dan DEEP. Acara ini menjadi wadah untuk mempererat interaksi antar mahasiswa dari berbagai negara, sekaligus memperkuat jejaring lintas budaya di lingkungan akademik.
Dekan FISIP Undip, Dr. Teguh Yuwono, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa internasional merupakan bagian penting dari upaya fakultas dalam memperkuat posisi di tingkat global. Menurutnya, FISIP Undip tidak hanya berupaya mengirimkan mahasiswa untuk belajar ke luar negeri, tetapi juga terus berkembang sebagai tujuan studi bagi mahasiswa dari berbagai negara. “Tujuan akhirnya adalah menjadikan visi dan misi fakultas sebagai referensi dunia. Salah satu indikator fakultas berkelas dunia adalah jumlah mahasiswa asing yang belajar dan sistem pengajaran berstandar internasional”.
Salah satu mahasiswa asal Vietnam, Le Hoang Vy, turut membagikan pengalamannya selama menjalani studi di Semarang. Mahasiswi dari Ho Chi Minh University of Banking tersebut mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan negara yang menarik dengan keberagaman budaya yang kaya. Ia juga merasa lebih mudah beradaptasi karena beberapa kuliner lokal memiliki kemiripan dengan makanan di negaranya.
Penguatan internasionalisasi di lingkungan FISIP Undip juga didukung oleh penyelenggaraan kelas internasional serta kompetensi dosen yang memiliki pengalaman pendidikan global. Fakultas juga menyediakan pendamping bagi mahasiswa internasional guna membantu proses adaptasi akademik dan sosial budaya selama menjalani studi. Ke depannya, FISIP Undip berkomitmen untuk terus memperluas kerjasama internasional serta meningkatkan kualitas pembelajaran berstandar global guna mendukung terwujudnya ekosistem pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing internasional.





0 Komentar