Pemilihan Umum Raya FISIP Undip 2025 resmi berlangsung pada Senin, 1 Desember 2025 di Ruang Auditorium FIMENA. Kegiatan ini menjadi agenda demokrasi terbesar di lingkungan fakultas dan melibatkan seluruh mahasiswa aktif FISIP Undip. Komisi I Senat Mahasiswa menjadi penyelenggara utama. Radja Zachary Santoso Putra memimpin rangkaian kegiatan sebagai ketua pelaksana.
Rangkaian Pemira dimulai sejak 2 November. Kegiatan diawali dengan sosialisasi juknis yang memperkenalkan aturan dan mekanisme Pemira 2025. Pendaftaran calon senator dan calon BEM dibuka pada 5 sampai 13 November. Sebanyak 23 mahasiswa mendaftar sebagai calon senator dan satu pasangan mendaftar sebagai calon ketua dan wakil ketua BEM. Proses verifikasi berkas berlangsung ketat. Satu calon senator dinyatakan gugur karena berkas tidak memenuhi persyaratan. Pasangan calon ketua dan wakil ketua BEM yang mendaftar pada tahap pertama juga belum lolos verifikasi karena kendala administrasi. Kondisi ini membuat panitia harus menyesuaikan timeline dan membuka pendaftaran ulang pada 18 sampai 19 November. Pada tahap kedua inilah pasangan calon BEM kembali mendaftar dan akhirnya lolos verifikasi pada 22 November.
Setelah seluruh calon ditetapkan, suasana Pemira mulai terasa di lingkungan kampus. Kampanye tulis berlangsung pada 22 sampai 24 November di media sosial masing masing calon dan beberapa titik di area kampus. Kampanye lisan digelar pada 25 November di area pelataran belakang Gedung B. Mahasiswa hadir untuk menyaksikan calon senator dan pasangan calon BEM memaparkan gagasan mereka. Uji publik calon ketua dan wakil ketua BEM dilaksanakan pada 26 November di Ruang Auditorium FIMENA dan menghadirkan panelis untuk menguji kemampuan para calon dalam menjawab isu strategis mahasiswa.
Puncak kegiatan berlangsung pada hari pemungutan dan perhitungan suara. Mahasiswa hadir bergantian menggunakan hak pilihnya dan panitia memastikan proses berlangsung transparan. Perhitungan suara dimulai pada pukul 18.00. Mahasiswa turut menyaksikan proses ini hingga selesai.
Pada kategori Senator UPK, lima belas calon memperoleh suara dari empat program studi. Hasil akumulasi menunjukkan dukungan yang beragam.
- Naufal Adrian memperoleh 274 suara.
- Elsya Nayla Niswah memperoleh 245 suara.
- Adhitya Bona Martuah Saragih memperoleh 207 suara.
- Erjesca Cantana Indah Sitopu memperoleh 199 suara.
- Fathahilah Rojbi Dwi Saputra memperoleh 193 suara.
- Rafaelino Galih Mario Aji memperoleh 182 suara.
- Lalu Fawaz memperoleh 171 suara.
- Cikita Bernesa Malfa memperoleh 157 suara.
- Destya Naya Azreena memperoleh 137 suara.
- Said Ahmad Fadlan memperoleh 135 suara.
- Maulinda Erlin Oriana memperoleh 133 suara.
- Muhammad Ilham Akbar memperoleh 112 suara.
- Adam Brilian memperoleh 126 suara.
- Mohammad Sholahuddin Al Ayyubi memperoleh 99 suara.
- Faya Khaylila memperoleh 87 suara.
Pemilihan Senator Prodi juga berlangsung lancar dengan partisipasi aktif dari setiap program studi. Pada Prodi Hubungan Internasional terdapat tiga calon. Raveyfa Alya Azila memperoleh 109 suara. Christopher Billy Santoso memperoleh 128 suara. Zahid Sharim Badruzzman memperoleh 129 suara. Pada Prodi Ilmu Komunikasi terdapat dua calon. Conny Gracia Keyrianaya Harianja memperoleh 224 suara. Felicita Kimiko Inesha memperoleh 140 suara. Pada Prodi Ilmu Pemerintahan terdapat dua calon. Haqiki Maulana memperoleh 370 suara. Siti Wajihatun memperoleh 361 suara.
Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua BEM juga menarik perhatian mahasiswa. Total 1346 suara memilih pasangan calon, sementara 1169 suara memilih kotak kosong. Ilmu Pemerintahan menjadi prodi dengan partisipasi terbesar. Jumlah suara yang masuk menunjukkan bahwa mahasiswa menyampaikan preferensinya secara terbuka dalam atmosfer persaingan yang sehat.
Pemira 2025 menghasilkan proses pembelajaran politik kampus yang kuat. Mahasiswa berkesempatan berinteraksi langsung dengan para calon, menilai gagasan, serta menyaksikan dinamika demokrasi kampus berlangsung secara nyata. Panitia memastikan seluruh tahap berjalan transparan dan sesuai aturan.
Hasil Pemira 2025 menjadi dasar terbentuknya kepengurusan baru BEM dan Senat FISIP Undip tahun 2026. Mahasiswa berharap pemimpin terpilih dapat melanjutkan aspirasi organisasi dan membawa suasana organisasi yang lebih inklusif. Pemira tahun ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa FISIP Undip tetap menjaga nilai demokrasi melalui partisipasi aktif, diskusi terbuka, dan penghargaan terhadap proses pemilihan yang jujur dan berintegritas.



0 Komentar