Berkarya di Agensi Komunikasi Global: Alumni Story Menuju Level Direktur di Edelman

Posted by Admin

November 24, 2025

Berkarya di agensi komunikasi global menjadi perjalanan karier yang berhasil ditempuh oleh Muhammad Gustiasa, alumni Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro angkatan 2012. Saat ini, Gustiasa dipercaya menjabat sebagai Direktur termuda di Edelman Indonesia pada divisi Corporate and Public Affairs, sebuah posisi strategis di salah satu perusahaan konsultan komunikasi terbesar dan paling berpengaruh di dunia. Capaian ini menegaskan peran alumni Ilmu Komunikasi Undip dalam lanskap industri komunikasi global.

Perjalanan Gustiasa menuju level direktur di Edelman tidak terjadi secara instan. Ia memulainya dengan semangat belajar yang tinggi, keterbukaan berpikir, serta keberanian terjun langsung ke lapangan. Karier profesionalnya diawali dari level pemagangan, yang ia peroleh sebagai hasil dari keikutsertaannya dalam lomba Public Relations saat masih berstatus mahasiswa. Dalam kompetisi tersebut, ia menyusun proposal PR hanya dalam satu malam—sebuah pengalaman yang membentuk mental kerja cepat, adaptif, dan solutif, yang sangat dibutuhkan di dunia konsultan komunikasi.

Berkarya di lingkungan konsultan global membuat Gustiasa terbiasa menghadapi kasus nyata dan kompleks, mulai dari isu korporasi, kepentingan publik, hingga dinamika stakeholder yang terus berubah. Menurutnya, bekerja di agensi komunikasi global menuntut pikiran terbuka, keinginan belajar yang berkelanjutan, serta kemampuan memahami konteks secara mendalam. Setiap proyek bukan sekadar tugas, melainkan ruang pembelajaran untuk mengasah kepekaan, strategi, dan ketajaman analisis komunikasi.

Sebagai global communications consultant, Gustiasa memegang tiga prinsip utama yang menjadi fondasi profesionalismenya. Pertama, growth mindset dan rasa ingin tahu untuk terus belajar dan menyerap ide baru. Kedua, pursuit of excellence, dengan menghadirkan diri secara penuh dan mindful dalam setiap proyek yang dikerjakan. Ketiga, integritas dan sikap yang benar, yakni menjaga nilai dan etika di tengah dinamika industri komunikasi yang bergerak cepat dan kompetitif.

Fondasi kuat tersebut telah dibangun sejak Gustiasa menempuh pendidikan di Ilmu Komunikasi FISIP Undip. Ia mengenang masa kuliah sebagai fase yang sangat membentuk kesiapan kerja, karena mahasiswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga dilatih melalui proyek berbasis klien, seperti mata kuliah kampanye perubahan sosial, serta praktik kampanye public relations yang selalu diawali dengan riset. Pola pembelajaran ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan industri komunikasi global, terutama dalam hal project management dan pengambilan keputusan strategis.

Pengalaman kolaborasi dengan dosen juga menjadi bagian penting dalam alumni story Gustiasa. Selama kuliah, ia aktif terlibat dalam diskusi riset bersama dosen, mulai dari brainstorming ide, pengolahan data, hingga penyusunan framework konseptual. Dosen berperan sebagai learning partner yang memberikan afirmasi positif, dukungan, serta ruang dialog yang membangun. Lingkungan akademik yang kolaboratif tersebut membentuk kepercayaan diri dan cara berpikir kritis yang sangat berguna dalam dunia profesional.

Gustiasa menilai bahwa setiap tugas akademik, bahkan yang terlihat sederhana, selalu mengandung pelajaran berharga. Dari tugas-tugas tersebut, mahasiswa belajar tentang sikap, tanggung jawab, manajemen waktu, hingga cara mengelola beban kerja. Prinsip yang terus ia pegang hingga kini adalah “mulai saja dulu, pasti ada jalan,” sebuah refleksi dari growth mindset yang ia bangun sejak masa kuliah.

Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi yang bercita-cita berkarier di agensi komunikasi global, Gustiasa berpesan agar terus bertanya, mengenali diri sendiri, dan memahami kekuatan personal. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak membandingkan diri dengan orang lain, melainkan fokus pada jalur karier masing-masing. Pendekatan IKIGAI dapat menjadi panduan untuk menyelaraskan minat, kemampuan, peluang, dan tujuan hidup agar perjalanan karier lebih bermakna dan berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan kompetensi secara seimbang, baik hard skills maupun soft skills. Kemampuan riset untuk memahami kebutuhan klien, keterampilan project management dalam menentukan prioritas, serta kemampuan menghubungkan teori dengan praktik menjadi modal utama. Di sisi lain, creative thinking dan street smart knowledge membantu lulusan Ilmu Komunikasi beradaptasi dengan realitas lapangan yang dinamis.

Lebih jauh, Gustiasa melihat potensi besar jejaring alumni Ilmu Komunikasi FISIP Undip yang telah tersebar di berbagai sektor dan industri. Ia mendorong adanya pemutakhiran data alumni serta penguatan program alumni berbasis segmentasi, seperti sektor privat, entrepreneur, dan konsultan. Langkah ini dinilai dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi bagi mahasiswa dan memperkuat peran alumni sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran dan pengembangan karier di FISIP Undip.

MORE FROM @FISIP UNDIP

0 Komentar

You cannot copy content of this page