Semarang, 3 Agustus 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) Kesehatan PKKMB dan Pendikar Tahun 2026 pada Senin, 3 Agustus 2026, di Ruang Aula PKM FISIP Undip, Gedung D Lantai 1. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menyambut sekitar 1.400 mahasiswa baru terpilih FISIP Undip Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan FISIP Undip Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan S. Rouli Manalu, S.Sos., MCommSt., Ph.D., serta Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Prof. Ika Riswanti Putranti, S.H., M.H., Ph.D.
ToT Kesehatan diselenggarakan untuk mempersiapkan tim kesehatan dan seluruh panitia PKKMB serta Pendikar agar memiliki kesiapsiagaan, mampu bertindak cepat dan tanggap, serta dapat memberikan penanganan awal yang tepat apabila terjadi gangguan kesehatan fisik maupun psikologis selama kegiatan berlangsung.
Selain meningkatkan pengetahuan dasar mengenai kesehatan, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat koordinasi antaranggota panitia, membangun kepedulian terhadap kondisi peserta, serta memberikan pemahaman mengenai tahapan penanganan dan mekanisme rujukan kepada tenaga medis atau fasilitas pelayanan kesehatan.

Dalam sambutannya, Dekan FISIP Undip, Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin., menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan di lingkungan kampus bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kesehatan, melainkan tanggung jawab seluruh sivitas akademika dan panitia kegiatan.
“Kesehatan dan keselamatan di lingkungan kampus merupakan tanggung jawab kita bersama. Melalui ToT Kesehatan ini, kami ingin memastikan bahwa tim kesehatan dan seluruh panitia memiliki kesiapan, kepedulian, serta kemampuan dasar untuk memberikan respons awal secara cepat dan tepat. Kesiapan tersebut sangat penting dalam menyambut mahasiswa baru terpilih FISIP Undip Tahun 2026,” ujar Dekan Fisip Undip Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin.
Menurutnya, jumlah mahasiswa baru yang cukup besar membutuhkan koordinasi dan kesiapan yang matang dari seluruh unsur kepanitiaan. Setiap panitia perlu memahami tindakan yang harus dilakukan ketika menemukan mahasiswa yang mengalami gangguan kesehatan, mulai dari memberikan bantuan awal, menghubungi tim kesehatan, hingga membantu proses rujukan apabila diperlukan.
Kegiatan ToT Kesehatan menghadirkan empat narasumber dari UPT Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Universitas Diponegoro atau UPT K3L Undip, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Jawa Tengah, serta Palang Merah Indonesia Kota Semarang.

Sesi pertama disampaikan oleh Dr. Bina Kurniawan, S.K.M., M.Kes. dari UPT K3L Undip. Pada sesi ini, peserta memperoleh materi mengenai pedoman kesehatan dalam pelaksanaan PKKMB dan Pendikar Tahun 2026. Pembahasan mencakup kesiapan tim dan fasilitas pendukung kesehatan, pembagian peran petugas, koordinasi penanganan, pengenalan kondisi yang membutuhkan perhatian khusus, serta prosedur rujukan ke fasilitas kesehatan.

Sesi kedua disampaikan oleh Winti Windrati, S.Psi., S.M., M.M., Psikolog dari PKBI Jawa Tengah dengan materi Psychological First Aid atau Bantuan Awal Psikologis. Materi ini membekali peserta dengan kemampuan memberikan respons awal yang manusiawi dan suportif kepada mahasiswa yang mengalami kecemasan, kepanikan, tekanan emosional, maupun kondisi psikologis lainnya.
Bantuan Awal Psikologis menekankan pentingnya memberikan dukungan praktis, menjadi pendengar tanpa memaksa seseorang untuk berbicara, membantu individu merasa lebih tenang, menjaga privasi, serta menghubungkan individu dengan layanan yang sesuai.
Pada sesi kedua, peserta tidak hanya menerima materi secara teoretis, tetapi juga mengikuti praktik Bantuan Awal Psikologis. Dalam praktik tersebut, peserta berlatih membangun komunikasi suportif, menerapkan keterampilan mendengarkan aktif, memberikan respons yang tidak menghakimi, serta membantu seseorang yang sedang mengalami tekanan agar kembali merasa aman dan tenang. Materi juga menekankan bahwa Bantuan Awal Psikologis dapat diberikan oleh orang yang telah memperoleh pelatihan atau sosialisasi dengan menggunakan keterampilan mendengarkan aktif dan interaksi interpersonal.
Setelah sesi Bantuan Awal Psikologis, kegiatan dilanjutkan dengan materi pertolongan pertama dari PMI Kota Semarang. Sesi ketiga disampaikan oleh Danang Baskhoro Adhi dengan materi Pengantar Pertolongan Pertama pada Kecelakaan atau P3K.
Peserta memperoleh pemahaman mengenai prinsip dasar pertolongan pertama, keselamatan penolong dan korban, penilaian awal terhadap kondisi korban, pengenalan situasi kegawatdaruratan, serta tindakan awal yang dapat dilakukan sebelum korban mendapatkan penanganan dari tenaga medis. Pertolongan pertama merupakan penanganan awal kepada seseorang yang mengalami cedera atau sakit secara mendadak sebelum ditangani oleh dokter atau tenaga medis lainnya.
Sesi keempat disampaikan oleh Maulana Malik Ibrahim dari PMI Kota Semarang dengan materi Tata Laksana P3K. Pada sesi ini, peserta dibekali pemahaman mengenai tahapan penanganan terhadap berbagai kondisi kesehatan dan kegawatdaruratan yang mungkin terjadi selama PKKMB dan Pendikar.

Materi ketiga dan keempat juga dilengkapi dengan simulasi dan praktik langsung. Peserta berlatih melakukan penilaian awal terhadap kondisi korban, memberikan pertolongan pertama, mengoordinasikan bantuan, serta melakukan penanganan dan pemindahan korban secara aman. Praktik tersebut dirancang agar peserta memahami pembagian peran dan dapat mengambil tindakan secara cepat tanpa memperburuk kondisi korban.
Dalam pertolongan pertama, seorang penolong perlu memperhatikan keselamatan diri, tim, korban, dan orang lain, mengatasi masalah yang mengancam jiwa, meminta bantuan atau rujukan, melakukan komunikasi, serta mempersiapkan transportasi apabila korban membutuhkan pelayanan medis lanjutan.
Pelaksanaan praktik pada materi kedua, ketiga, dan keempat menjadi bagian penting dalam ToT Kesehatan. Melalui simulasi, peserta tidak hanya memahami konsep penanganan, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam menghadapi kondisi yang mungkin terjadi di lapangan. Peserta diharapkan mampu tetap tenang, melakukan koordinasi, mengenali batas kemampuan, dan segera menghubungkan korban dengan tenaga profesional apabila diperlukan.
Melalui penyelenggaraan ToT Kesehatan ini, FISIP Undip menunjukkan komitmennya untuk menciptakan pelaksanaan PKKMB dan Pendikar 2026 yang sehat, aman, ramah, dan responsif. Kolaborasi antara FISIP Undip, UPT K3L Undip, PKBI Jawa Tengah, dan PMI Kota Semarang diharapkan dapat memperkuat kesiapan tim kesehatan dan seluruh panitia dalam memberikan pelayanan terbaik bagi mahasiswa baru FISIP Undip Tahun 2026. (Naomi Putri Bahari Simeon/Agne Yasa)
