UNDIP Global Classroom MBA Bahas Digital Marketing Analytics dan Business Ethics di Era Ekonomi Digital ASEAN

Semarang – Program Master of Business Administration (MBA) FISIP Universitas Diponegoro kembali menyelenggarakan kegiatan UNDIP Global Classroom yang membahas tema “Digital Marketing Analytics and Business Ethics” pada Selasa, (26 /5/2026).  secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Adaviah Mas’od dari Universiti Teknologi Malaysia sebagai pembicara serta Robetmi Jumpakita Pinem, S,AB, MBA, Ph.D. dari Universitas Diponegoro sebagai discussant. utama yang membahas perkembangan digital marketing di kawasan ASEAN serta tantangan etika bisnis di era digital.

Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa kawasan ASEAN saat ini menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital terbesar di dunia. Pertumbuhan e-commerce, penggunaan media sosial, serta pembayaran digital yang semakin meningkat menjadikan negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam memiliki potensi pasar digital yang sangat besar. Selain itu, perilaku konsumen ASEAN juga semakin didominasi oleh penggunaan smartphone, social commerce, livestream shopping, dan pengaruh influencer dalam proses pengambilan keputusan pembelian.

Materi juga membahas pentingnya digital marketing analytics dalam membantu perusahaan memahami perilaku konsumen melalui pengumpulan dan analisis data digital. Data seperti traffic website, pola engagement, riwayat pembelian, hingga perilaku pencarian konsumen dapat digunakan perusahaan untuk menciptakan strategi pemasaran yang lebih efektif dan personal. Pemanfaatan analytics memungkinkan perusahaan melakukan personalized marketing, predictive marketing, customer retention, hingga meningkatkan revenue growth perusahaan.

Selain itu, pembicara menjelaskan bagaimana teknologi artificial intelligence (AI) dan analytics digunakan dalam berbagai platform digital seperti TikTok, Shopee, dan Grab untuk memberikan rekomendasi produk serta promosi yang sesuai dengan preferensi pengguna. Strategi ini dinilai mampu meningkatkan engagement konsumen sekaligus mendorong impulse buying melalui sistem rekomendasi otomatis berbasis data.

Namun, perkembangan digital marketing juga menimbulkan berbagai tantangan etika bisnis. Webinar ini menyoroti adanya dilema antara profitabilitas perusahaan dan perlindungan privasi konsumen. Penggunaan data konsumen secara besar-besaran memunculkan pertanyaan mengenai batas etika dalam personalisasi pemasaran serta potensi manipulasi perilaku konsumen melalui algoritma digital.

Dalam sesi pembahasan studi kasus ASEAN, dijelaskan beberapa isu etika digital seperti fenomena impulse consumption pada TikTok Shop, praktik greenwashing dalam pemasaran sustainability, hingga maraknya fake experts di media sosial. Salah satu contoh yang dibahas adalah kebijakan pemerintah China yang mulai memperketat regulasi terhadap influencer dan content creator yang memberikan informasi profesional tanpa kualifikasi resmi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi penyebaran misinformation di media sosial.

Webinar ini juga menekankan bahwa kegagalan perusahaan dalam menjaga etika digital dapat memberikan dampak besar terhadap bisnis, seperti hilangnya kepercayaan konsumen, kerusakan reputasi perusahaan, penurunan loyalitas pelanggan, hingga sanksi dari regulator. Oleh karena itu, etika digital dipandang bukan hanya sebagai tanggung jawab moral, tetapi juga bagian penting dari strategi bisnis jangka panjang perusahaan.

Selain membahas tantangan saat ini, kegiatan UNDIP Global Classroom juga menyoroti tren masa depan bisnis digital, seperti AI-generated marketing, predictive consumer modelling, ESG integration, ethical AI governance, serta transparency-driven branding. Dalam era digital modern, perusahaan dituntut mampu menyeimbangkan antara inovasi teknologi, penggunaan data, transparansi, dan kepercayaan konsumen agar dapat mempertahankan daya saing bisnis secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa MBA memperoleh wawasan mengenai pentingnya digital marketing analytics, pemanfaatan artificial intelligence, serta penerapan business ethics dalam menghadapi dinamika bisnis global. Pemahaman tersebut diharapkan mampu membantu mahasiswa menjadi pemimpin bisnis yang adaptif, inovatif, dan mampu mengambil keputusan strategis secara bertanggung jawab di era ekonomi digital.

You cannot copy content of this page