Undip Global Classroom: Administrasi Publik FISIP Undip Bahas Pentingnya Ethical Leadership, Public Leadership, and Crisis Management for Strengthening Public Service Quality

Semarang, 25 Mei 2026 — Departemen Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan Undip Global Classroom dengan tema “The Importance of Ethical Leadership, Public Leadership, and Crisis Management for Strengthening Public Service Quality.” Kegiatan ini menghadirkan Prof. Young-Hoon Ahn, Ph.D., pakar kebijakan publik, administrasi pemerintahan lokal, risk assessment, dan kepemimpinan sektor publik dari Korea Selatan.

Kegiatan Global Classroom ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya Departemen Administrasi Publik FISIP Undip untuk memperkuat wawasan akademik mahasiswa mengenai kepemimpinan dalam sektor publik, khususnya dalam menghadapi tantangan tata kelola pemerintahan yang semakin kompleks. Melalui perkuliahan ini, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa kepemimpinan publik saat ini tidak lagi cukup hanya bertumpu pada kewenangan formal dan struktur hierarkis, tetapi juga membutuhkan kemampuan koordinasi, kolaborasi, negosiasi, fasilitasi, serta pemecahan masalah lintas sektor dan lintas institusi.

Dalam pemaparannya, Prof. Young-Hoon Ahn menjelaskan bahwa pelayanan publik bukan hanya aktivitas administratif, tetapi juga merupakan tanggung jawab sosial, hukum, dan etis negara kepada masyarakat. Oleh karena itu, kualitas pelayanan publik sangat dipengaruhi oleh kemampuan pemimpin publik dalam menjaga nilai-nilai publik, membangun akuntabilitas, memperkuat kepercayaan masyarakat, dan memastikan bahwa setiap kebijakan serta tindakan pemerintah berorientasi pada kebutuhan warga negara.

Prof. Ahn juga menekankan pentingnya ethical leadership dalam penyelenggaraan pemerintahan. Kepemimpinan etis memiliki peran strategis dalam mencegah korupsi, memperkuat integritas organisasi, serta menciptakan budaya birokrasi yang transparan, adil, dan akuntabel. Dalam konteks pelayanan publik, pemimpin yang etis tidak hanya dituntut untuk mematuhi aturan, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam pengambilan keputusan yang berpihak pada kepentingan publik.

Selain itu, perkuliahan ini juga membahas pentingnya crisis management leadership dalam menghadapi situasi krisis dan ketidakpastian. Prof. Ahn menjelaskan bahwa masyarakat modern menghadapi berbagai bentuk risiko, mulai dari bencana alam, krisis kesehatan, disrupsi digital, hingga persoalan sosial yang kompleks. Dalam kondisi tersebut, pemimpin publik perlu memiliki kemampuan untuk menyusun kebijakan berbasis risiko, mengoordinasikan respons cepat, menyampaikan informasi secara jelas kepada masyarakat, serta memulihkan kepercayaan publik setelah krisis terjadi.

Isu kepemimpinan dalam era digital juga menjadi bagian penting dalam diskusi. Prof. Ahn menyoroti bahwa perkembangan teknologi informasi, platform digital, dan kecerdasan buatan telah mengubah cara pemerintah memberikan pelayanan dan berinteraksi dengan masyarakat. Digital governance dapat mempercepat pelayanan, menekan biaya transaksi, meningkatkan transparansi, serta memperluas partisipasi warga. Namun, transformasi digital juga menuntut hadirnya pemimpin publik yang adaptif, etis, dan mampu mengelola kolaborasi dalam sistem tata kelola berbasis jejaring.

Melalui kegiatan Undip Global Classroom ini, mahasiswa memperoleh perspektif internasional mengenai hubungan antara kepemimpinan, etika, manajemen krisis, dan kualitas pelayanan publik. Kegiatan ini juga memberikan ruang refleksi akademik bagi mahasiswa untuk memahami bahwa pelayanan publik yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh sistem dan prosedur, tetapi juga oleh karakter, kapasitas, dan integritas para pemimpin publik.

Departemen Administrasi Publik FISIP Universitas Diponegoro berharap kegiatan ini dapat memperkaya pengalaman pembelajaran mahasiswa, memperkuat kapasitas akademik dalam memahami isu-isu tata kelola global, serta mendukung komitmen Undip dalam internasionalisasi pendidikan tinggi. Melalui Global Classroom, mahasiswa diharapkan semakin siap menjadi calon pemimpin publik yang berintegritas, responsif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Tentang Narasumber:

Prof. Young-Hoon Ahn, Ph.D. merupakan akademisi dan pakar kebijakan publik dari Korea Selatan. Beliau memiliki pengalaman luas dalam bidang administrasi pemerintahan lokal, pengembangan kebijakan publik, national risk assessment, transformasi digital, serta program penguatan kapasitas sektor publik di berbagai negara. Karya-karya terbarunya mencakup kajian tentang reformasi kepolisian kota, lembaga audit negara, transformasi digital, hubungan pemerintahan yang inklusif, serta national risk assessment.

You cannot copy content of this page