Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP Dorong UMKM Semarang Optimalkan Branding dan Pemasaran Berbasis AI

Semarang, 23 Mei 2026 — Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Teknologi Komunikasi Digital Masyarakat Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Diponegoro menyelenggarakan workshop bertema strategic branding, marketing communication optimization, dan pemanfaatan artificial intelligence (AI) bagi pelaku UMKM Kota Semarang. Kegiatan ini berkolaborasi dengan komunitas wirausaha Tangan Di Atas (TDA) dan diikuti oleh puluhan pelaku UMKM dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, fesyen, hingga suvenir.

Kegiatan ini berangkat dari kebutuhan pelaku UMKM untuk tidak hanya hadir di ruang digital, tetapi juga mampu membangun branding yang konsisten dan strategi komunikasi pemasaran yang berkelanjutan. Di tengah meningkatnya digitalisasi UMKM di Indonesia, masih banyak pelaku usaha yang berfokus pada promosi dan penjualan, sementara aspek identitas merek, konsistensi pesan, serta pengelolaan konten digital belum sepenuhnya diperkuat.

Melalui workshop berdurasi tiga jam, peserta mendapatkan sosialisasi, pelatihan berbasis praktik, dan pendampingan awal dengan pendekatan training-to-production. Materi disusun agar peserta dapat memahami konsep branding, mengoptimalkan komunikasi pemasaran, serta menggunakan teknologi terapan dan AI secara praktis untuk mendukung pengembangan usaha.

“Kegiatan ini dirancang untuk membantu UMKM menyusun strategi branding dan komunikasi pemasaran terpadu dengan pemanfaatan AI yang konsisten, realistis bagi usaha skala mikro-kecil, dan langsung dapat diterapkan,” ujar Nurist Surayya Ulfa, Ph.D., Ketua Pengabdian kepada Masyarakat.

Selain Nurist Surayya Ulfa, Ph.D., kegiatan ini juga menghadirkan Thianika Budiarsa, S.I.Kom., MGMC.; Arfika Pertiwi Putri, M.I.Kom.; dan Djoko Setyabudi, S.Sos., M.M. sebagai pemateri. Para pemateri menekankan pentingnya perencanaan komunikasi pemasaran terpadu, manajemen periklanan digital, dan strategi media planning yang sesuai dengan kebutuhan serta kapasitas UMKM.

Antusiasme peserta terlihat dari respons selama pelatihan. Ruby, salah satu peserta yang memiliki usaha packaging, menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhannya. “Senang banget sama acara tadi, suka banget dengan cara penyampaiannya. Materinya juga daging banget, pas buat aku yang lagi mau ngembangin usaha,” ujarnya.

Program pengabdian ini disusun secara sistematis berdasarkan prioritas permasalahan mitra UMKM di Kota Semarang. Setiap tahapan intervensi dirancang untuk meningkatkan kompetensi konseptual, terapan, dan produktif peserta, sehingga UMKM tidak hanya memahami strategi, tetapi juga mampu menghasilkan rancangan komunikasi pemasaran yang dapat diterapkan pada usaha masing-masing.

Dalam program ini, AI ditempatkan sebagai bagian penting dari sistem teknologi komunikasi yang perlu dipahami secara kritis, strategis, dan adaptif. Pemahaman tersebut diharapkan membantu UMKM menyesuaikan diri dengan perubahan ekosistem pemasaran digital dan mengembangkan konten yang lebih relevan dengan pasar.

Sebagai tindak lanjut, KKBK Teknologi Komunikasi Digital dan Masyarakat Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP akan melaksanakan workshop kedua pada September 2026 untuk memperkuat hasil pendampingan dan memastikan keberlanjutan program.

You cannot copy content of this page