Semarang, 17 Mei 2026 – Pekan Anak Nusantara (PENA) merupakan program kerja Divisi Pendidikan HIMPS FISIP UNDIP yang berkolaborasi bersama Yayasan Komunitas Harapan Semarang. Program kerja ini berbentuk kegiatan pengajaran dan interaksi langsung bersama anak-anak dengan mengusung tema “Kenali Perasaanmu, Sayangi Dirimu”. Tema ini diangkat sebagai bentuk upaya untuk mengenalkan pentingnya kesehatan mental sejak dini kepada anak-anak, khususnya mengenai cara mengenali emosi, mengelola perasaan, serta membangun rasa sayang terhadap diri sendiri. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2026 yang bertempat di Kelurahan Kauman, Kota Semarang.
Kegiatan PENA 2026 yang diselenggarakan oleh HIMPS berhasil terlaksana dengan baik sesuai dengan susunan acara yang telah dirancang. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak binaan Yayasan Komunitas Harapan Semarang dengan antusiasme yang sangat tinggi. Seluruh rangkaian acara mulai dari pembukaan hingga penutupan berjalan dengan lancar dan penuh semangat. Kegiatan dikemas secara edukatif dan menyenangkan agar anak-anak dapat lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengenalan emosi dan kesehatan mental sederhana pada anak-anak. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk mengenali berbagai macam perasaan seperti senang, sedih, marah, takut, dan kecewa, serta memahami bahwa setiap emosi merupakan hal yang normal untuk dirasakan. Anak-anak juga diberikan pemahaman sederhana mengenai pentingnya menyayangi diri sendiri, saling menghargai, dan tidak melakukan bullying kepada teman di sekitar mereka. Materi disampaikan secara interaktif melalui cerita ringan, pertanyaan sederhana, dan pendekatan yang mudah dipahami oleh anak-anak.
Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi quiz interaktif yang berhasil meningkatkan antusias peserta. Anak-anak terlihat aktif menjawab pertanyaan dan berani menyampaikan pendapat mereka di depan teman-temannya. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi kreativitas “Show Time: Buku Apresiasiku” yang menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan perasaan serta menuliskan hal-hal positif tentang diri mereka sendiri. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri dan membantu anak-anak memahami pentingnya self-love sejak usia dini. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan berbagai games edukatif yang membuat suasana semakin meriah dan menyenangkan.

Sebagai narasumber, hadir Natasya Agmy dari Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro yang membawakan materi secara komunikatif, interaktif, dan menyenangkan. Penyampaian materi dilakukan melalui penjelasan ringan, sesi tanya jawab, permainan sederhana, serta interaksi langsung bersama peserta sehingga anak-anak dapat lebih mudah memahami isi materi yang diberikan. Narasumber juga memberikan motivasi kepada peserta agar tidak takut untuk mengungkapkan perasaan dan selalu percaya bahwa diri mereka berharga.
Panitia juga berhasil menjalin kerja sama yang baik dengan Yayasan Komunitas Harapan Semarang yang turut memberikan dukungan selama kegiatan berlangsung. Secara keseluruhan, kegiatan PENA 2026 berhasil mencapai tujuannya sebagai sarana edukatif, interaktif, dan menyenangkan bagi peserta. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak-anak, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan rasa empati, kepedulian sosial, kemampuan komunikasi, serta pengalaman terjun langsung ke masyarakat.
Melalui antusiasme peserta, keterlibatan aktif selama sesi penyampaian materi, quiz interaktif, kegiatan kreativitas, hingga games edukatif, dapat disimpulkan bahwa tujuan program kerja telah tercapai dengan baik. Anak-anak terlihat semangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan mampu memahami pesan-pesan positif yang disampaikan selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan Pekan Anak Nusantara (PENA) diharapkan dapat terus berlangsung secara berkelanjutan dan menjadi sarana edukasi yang inspiratif serta memberikan dampak positif bagi masyarakat. Diharapkan kegiatan ini tidak hanya menjadi program tahunan semata, tetapi juga dapat terus berkembang sebagai ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak sekaligus menjadi wadah pengabdian sosial bagi mahasiswa untuk terus menebar kebermanfaatan kepada masyarakat luas.