FISIP Undip Selenggarakan FISIP NEXT 2026: Bekali Calon Wisudawan Strategi Karier dan Kewirausahaan Digital

Semarang (24/04) – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP Undip) kembali menyelenggarakan kegiatan pembekalan calon wisudawan melalui program FISIP NEXT 2026 bertajuk “Navigating, Explore, Thrive: The Future-Proof Graduate – Management Training & Digital Entrepreneurship” yang dilaksanakan secara daring pada Jumat, 24 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan dua alumni inspiratif, yakni Derwinto Sipayung, S.AB yang merupakan alumni dari S1 Administrasi Bisnis dan Maura Izzati, S.Sos, alumni dari S1 Hubungan Internasional, yang berbagi pengalaman dan wawasan terkait kesiapan memasuki dunia kerja dan membangun karier di era digital.

Dalam sambutannya, Dekan FISIP Undip yang diwakili oleh Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan, S Rouli Manalu, S.Sos., MCommSt., PhD., menekankan pentingnya pembekalan komprehensif bagi calon lulusan dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif. Ia menyoroti bahwa lulusan tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu membangun profil profesional yang autentik dan relevan, khususnya melalui platform digital. Selain itu, mahasiswa didorong untuk memanfaatkan berbagai fasilitas pengembangan karier yang disediakan universitas, seperti career fair dan tracer study, serta mempersiapkan diri menghadapi tahapan seleksi kerja. “Ambil informasi yang berguna, kelola itu dengan baik, dan tunjukkan kepada publik atau kepada target spesifik kita,” tegasnya.

Pada sesi materi, Derwinto Sipayung memaparkan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam merancang rencana karier pasca-kelulusan, khususnya melalui jalur management trainee sebagai akselerasi menuju posisi strategis di perusahaan. Ia menjelaskan bahwa proses seleksi program tersebut sangat kompetitif dan membutuhkan strategi yang matang, mulai dari pencarian peluang kerja, persiapan tahapan rekrutmen, hingga penguatan personal branding melalui pengalaman organisasi, magang, dan kewirausahaan. Ia juga menekankan pentingnya konsistensi, latihan psikotes, serta kemampuan menyusun narasi diri yang relevan dengan kebutuhan industri. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kedisiplinan, sebagaimana disampaikannya, “Semua orang pintar (…) tapi tidak semua orang rajin.”

Sementara itu, Maura Izzati dalam pemaparannya menyoroti pentingnya membangun karier secara bertahap melalui penguatan personal branding dan pemanfaatan media digital. Ia berbagi pengalaman meniti karier dari nol hingga mampu berkiprah di tingkat internasional sebagai interpreter, MC, serta pelaku bisnis dan kreator digital. Menurutnya, konsistensi, keberanian keluar dari zona nyaman, serta kemampuan menemukan “benang merah” dalam perjalanan hidup menjadi kunci dalam membangun identitas profesional. Ia juga mengingatkan pentingnya beralih dari sekadar konsumen media sosial menjadi kreator yang mampu menciptakan nilai dan kredibilitas. “Karir ini bukan sesuatu yang ditemukan, tetapi sesuatu yang dibangun secara pelan-pelan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, para calon wisudawan diharapkan dapat memiliki kesiapan yang lebih matang dalam menghadapi dunia kerja maupun mengembangkan potensi diri di berbagai bidang, baik melalui jalur profesional maupun kewirausahaan digital.

You cannot copy content of this page