Kolaborasi DPRD, Akademisi, dan Bappeda: FISIP Undip Dorong Tata Kelola Kota Semarang yang Akuntabel dan Progresif

Semarang, Rabu, 15 April 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro menjadi tuan rumah kegiatan Dialog Interaktif DPRD Kota Semarang dengan tema “Membangun Pemerintahan yang Akuntabel dan Berkemajuan”. Kegiatan ini diselenggarakan di Laboratorium Multimedia Kampus FISIP Undip Semarang. Dialog ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan unsur legislatif, akademisi, serta pemerintah daerah dalam membahas penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan acara, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para narasumber yang berasal dari tiga elemen penting pemerintahan daerah, yakni legislatif, akademisi, dan perencana pembangunan. Narasumber pertama adalah Suharsono, S.S., M.Si., selaku Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, yang menekankan pentingnya penguatan fungsi DPRD dalam memastikan jalannya pemerintahan daerah tetap berada pada koridor transparansi dan akuntabilitas. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa pemerintahan yang berkemajuan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari sejauh mana pemerintah mampu menjalankan prinsip keterbukaan informasi publik, keadilan pelayanan, serta keberpihakan terhadap kebutuhan masyarakat.

Selanjutnya, dialog diperkuat oleh pandangan akademisi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Dra. Kismartini, M.Si., Guru Besar FISIP Undip Semarang. Dalam pemaparannya, Prof. Kismartini menyoroti bahwa tata kelola pemerintahan yang akuntabel membutuhkan fondasi kelembagaan yang kuat, budaya birokrasi yang profesional, serta sistem pengawasan yang efektif. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kapasitas pemerintah dalam merancang kebijakan berbasis data, memperkuat integritas birokrasi, dan membangun kepercayaan publik. Menurutnya, kampus memiliki peran penting dalam menyediakan perspektif ilmiah dan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah melalui riset dan kajian kebijakan publik.

Materi berikutnya disampaikan oleh Budi Prakoso, S.T., M.T., selaku Kepala Bappeda Kota Semarang, yang memaparkan pentingnya proses perencanaan pembangunan daerah sebagai pondasi utama pemerintahan yang maju. Ia menjelaskan bahwa perencanaan pembangunan yang baik harus berjalan secara sistematis, terukur, serta melibatkan partisipasi masyarakat melalui mekanisme perencanaan seperti musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) dan forum aspirasi publik lainnya. Ia juga menegaskan bahwa akuntabilitas pembangunan tidak hanya terletak pada hasil akhir program, tetapi juga pada keterbukaan proses perencanaan, efisiensi penggunaan anggaran, serta keberlanjutan program yang dijalankan.

Dialog interaktif ini berlangsung dinamis melalui sesi diskusi dan tanya jawab bersama peserta yang terdiri dari civitas akademika FISIP Undip. Berbagai isu strategis turut dibahas, mulai dari tantangan reformasi birokrasi di tingkat daerah, penguatan transparansi anggaran, sinergi legislatif dan eksekutif dalam pembangunan, hingga urgensi keterlibatan masyarakat dalam mengawal kebijakan publik. Para narasumber sepakat bahwa pemerintahan yang akuntabel hanya dapat terwujud melalui kolaborasi lintas sektor yang berkesinambungan serta adanya kontrol sosial yang sehat dari masyarakat.

Melalui kegiatan Dialog Interaktif DPRD Kota Semarang ini, FISIP Undip menegaskan komitmennya sebagai ruang akademik yang aktif mendukung penguatan tata kelola pemerintahan daerah. Diharapkan, forum ini mampu memperkuat sinergi antara DPRD Kota Semarang, Pemerintah Kota Semarang, serta kalangan akademisi dalam membangun pemerintahan yang lebih transparan, responsif, dan berkemajuan demi kesejahteraan masyarakat Kota Semarang.

You cannot copy content of this page