Semarang, 11 November 2025 – Departemen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro menyelenggarakan Program Visiting Professor secara online melalui platform Zoom sebagai bagian dari komitmen institusi dalam penguatan internasionalisasi melalui skema World Class University (WCU). Program ini mengusung tema “Women for Lasting Peace: Social Awareness on Women, Peace and Security and Gender in Conflict” yang berfokus pada pengembangan perspektif gender dalam studi hubungan internasional, keamanan, dan perdamaian.
Pengusul program, yaitu Ika Riswanti Putranti, S.H., M.H., Ph.D dan Nadia Farabi, S.Hub.Int, M.A, Ph.D. menyatakan bahwa program ini lahir dari minat yang semakin besar di kalangan mahasiswa terhadap studi gender tercermin dari puluhan topik skripsi gender selama beberapa tahun terakhir dan gerakan advokasi mahasiswa untuk kesetaraan gender.
Acara dibuka oleh MC pada pukul 09.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan fakultas, Perwakilan FISIP UNDIP, Nadia Farabi, S.Hub.Int, M.A, Ph.D menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai dinamika keamanan global berbasis perspektif gender, serta mendukung profil lulusan yang adaptif terhadap perkembangan isu internasional.
“Isu Women, Peace, and Security bukan hanya isu akademik, tetapi bagian dari agenda global untuk menciptakan perdamaian yang inklusif, berkeadilan, serta berkelanjutan. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami realitas konflik dan pembangunan perdamaian dari perspektif gender dan hak asasi manusia.”
dan setelah itu moderator memberikan pengantar singkat mengenai profil narasumber dan tema kegiatan. Pada agenda utama, Prof. Laura Shepherd menyampaikan materi mengenai pentingnya perspektif gender dalam studi hubungan internasional dan agenda Women, Peace, and Security (WPS). Agenda diskusi menyoroti pentingnya keterlibatan perempuan dalam proses perdamaian, diplomasi, rekonsiliasi, hingga rekonstruksi pasca-konflik, sejalan dengan resolusi United Nations Security Council Resolution (UNSCR) tentang Women, Peace and Security.
Penyampaian materi berlangsung interaktif dan diikuti dengan sesi tanya jawab yang melibatkan partisipasi aktif dari para peserta. Kegiatan ditutup oleh moderator dengan ucapan terima kasih kepada narasumber dan seluruh peserta, kemudian dilanjutkan dengan sesi dokumentasi, foto bersama, serta pengisian formulir evaluasi.
Program ini diharapkan dapat memperkuat reputasi Universitas Diponegoro pada tolok ukur internasional, seperti rasio dosen internasional dan kolaborasi riset global. Dengan terselenggaranya Visiting Professor Online ini, Departemen HI FISIP UNDIP berharap dapat semakin menegaskan komitmennya dalam mengembangkan kurikulum feminis dan membangun penyadaran sosial berbasis gender dalam dunia akademik dan riset.