Semarang, 7 Agustus 2028 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP UNDIP) kembali menunjukkan komitmennya dalam membekali mahasiswa serta sivitas akademika dengan keterampilan dasar yang esensial melalui kegiatan Training of Trainer (ToT) Tim Kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka persiapan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Pendidikan Karakter (Pendikar), dan diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan FISIP UNDIP.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan, Ibu S. Rouli Manalu, S.Sos., MCommSt., Ph.D., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pengetahuan pertolongan pertama. “Pengetahuan ini sangat berharga. Di luar persiapan PKKMB, ini nanti akan menjadi modal kalian juga. Kalau kalian nanti akan ada dalam situasi di mana first aid itu dibutuhkan,” ujar beliau.

ToT ini menghadirkan tiga narasumber profesional, yaitu Danang Baskhoro Adhi dan Maulana Malik Ibrahim dari PMI Kota Semarang, serta Lucky Ade Sessiani, M.Psi., Psikolog dari PKBI Jawa Tengah. Pelatihan dibagi menjadi dua sesi utama yang memberikan pemahaman dan keterampilan praktis seputar pertolongan pertama, baik dari sisi medis maupun psikologis.
Sesi pertama berupa First Aid Training yang dipandu oleh PMI Kota Semarang. Pelatihan ini mencakup penanganan kondisi medis darurat seperti perdarahan, syok, luka bakar, patah tulang, dan keracunan, termasuk teknik pemindahan korban, penggunaan alat pelindung diri, serta prosedur Resusitasi Jantung Paru (RJP). Materi ini penting untuk memberikan respons cepat, tepat, dan aman sebelum bantuan profesional tiba.

Sesi kedua menghadirkan materi Pertolongan Psikologis Pertama (PPP) oleh Lucky Ade Sessiani, M.Psi., Psikolog. Sesi ini menjelaskan pentingnya Psychological First Aid (PFA) sebagai respons awal yang manusiawi dan suportif terhadap individu yang mengalami krisis seperti bencana atau kejadian traumatis. Konsep PPP ditekankan melalui prinsip LOOK (amati), LISTEN (dengar), dan LINK (hubungkan), dengan penekanan pada empati, kesiapan mental, dan penghormatan terhadap martabat korban.

Tidak hanya bersifat teoritis, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan langsung keterampilan yang dipelajari, menjadikan pelatihan ini lebih aplikatif dan bermakna. Melalui pendekatan praktik langsung, peserta dipersiapkan agar mampu memberikan pertolongan pertama baik dalam konteks kegiatan kampus maupun dalam kehidupan sehari-hari saat menghadapi kondisi darurat atau trauma fisik dan psikis.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret FISIP UNDIP dalam memperkuat kapasitas individu dan komunitas kampus dalam menciptakan lingkungan yang responsif terhadap situasi darurat, sekaligus membentuk karakter mahasiswa yang tanggap, peduli, dan bertanggung jawab.
Kontributor: Wulan