SEMARANG – Program Studi Doktor Ilmu Sosial (DIS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (UNDIP) menawarkan dua konsentrasi kajian studi, yaitu Politik dan Administrasi Bisnis bagi para mahasiswanya. Program Studi DIS selain telah mengantongi Akreditasi A dari BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) juga didukung tenaga pengajar yang terdiri dari beberapa guru besar dan dosen berkualifikasi doktor yang memiliki pengalaman (experience) yang relevan dengan mata kuliah yang diampunya.

Ketua Program Studi DIS FISIP Undip, Yuwanto PhD, mengatakan saat ini Prodi yang dipimpinnya memiliki 14 orang dosen, dimana 4 di antaranya sudah bergelar profesor, sementara 8 lainnya memiliki kualifikasi pendidikan S3 atau doktor.”Sumber daya yang kami miliki lebih dari yang disyaratkan. Dengan begitu kami berharap penyelenggaraan program bisa berjalan secara maksimal,” kata Yuwanto, Senin (13/9/2021).

Menurut dia, empat profesor yang dimaksud adalah dosen home base. Karena pada prakteknya, jumlah guru besar yang aktif di Program DIS ada enam orang, yaitu Prof. Budi Setiyono Ph.D.; Prof. Sudharto P. Hadi, Ph.D.; Prof. Dr. Endang Larasati; Prof. Dr. Naili Farida;  Prof. Nurdien H. Kistanto, Ph.D.; dan Prof. Dr. Ari Pradhanawati. Bersama para dosen berkualifikasi doktor, para profesor mendampingi mahasiswa secara intens untuk mendalami, mengkaji dan melakukan penelitian tentang berbagai masalah sosial kemasyarakatan dalam ranah konsentrasi ilmu politik dan ilmu administrasi bisnis.

Yuwanto mengakui selain akreditasi dan pengajar berkualifikasi guru besar, penyelenggara program juga membutuhkan dukungan pengajar asing sebagai dosen tamu untuk untuk memerluas cakrawala akademis para mahasiswa dan meningkatkan jejaring internasional. Karena itu, didukung fakultas, universitas, Kantor Internasional (International Office) dan Kantor Pemeringkatan, pihaknya terus menggalang kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di luar negeri.

Prodi DIS FISIP Undip yang lahir tahun 2012 sekarang mulai menunjukkan performanya. Jumlah peminat studinya terus meningkat dari waktu ke waktu, sehingga jadwal penerimaannya pun ditata untuk menyesuaikan dengan kondisi para calon mahasiswa yang kebanyakan adalah kaum profesional.

Terhitung per 6 September, DIS Undip membuka pendaftaran bagi calon mahasiswa baru untuk Semester Genap Gelombang I Tahun Akademik (TA) 2021. Pendaftaran dilakukan secara online, dan untuk gelombang I ditutup tanggal 8 November 2021. Sedangkan ujian selksi dilakukan 14 November dan hasilnya diumumkan 19 November 2021.

Sejarah Program Doktor Ilmu Sosial Undip dimulai dengan terbitnya surat yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nomor: 94/E/T/2012 tanggal 17 Januari 2012 yang memberikan penugasan kepada Universitas Diponegoro untuk menyelenggarakan Program Studi Ilmu Sosial (S3). Penugasan itu kemudian diperkuat dengan Keputusan Rektor Universitas Diponegoro Nomor: 555/SK/UN/2012 tanggal 10 September 2012, sehingga berdirilah Program Doktor Ilmu Sosial (DIS) FISIP Undip yang memiliki konsentrasi kajian ilmu politik dan konsentrasi kajian ilmu administrasi bisnis.

Yuwanto mengungkapkan, dalam tiga tahun terakhir ini trend jumlah mahasiswanya meningkat sekitar 45% setiap tahunnya. “Animo mahasiswa belajar di sini terus meningkat pesat dalam 2 tahun terakhir,” ungkapnya.

Mengenai latar belakang mahasiswa Program DIS, kata dia, juga semakin semakin beragam. Semula didominasi oleh dosen yang menempuh studi lanjut, kini berbagai kalangan seperti birokrasi, kepala daerah, aktivis di LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), jurnalis, pengusaha, polisi dan notaris juga bergabung menjadi mahasiswa dan menjadi kandidat doktor di Prodi DIS FISIP Undip.

Dia bertekad untuk terus mengembangkan DIS Undip semaksimal mungkin dengan memasuki tataran global selaras dengan program yang dicanangkan Undip di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. untuk menjadi universitas riset yang unggul di tataran dunia (World Class University). “Prodi DIS ingin menjadi yang unggul di bidang pengetahuan, penelitian dan pemecahan masalah-masalah sosial yang kreatif, original dan teruji untuk kemaslahatan umat manusia yang diakui baik secara nasional dan internasional,” tukasnya. (tim humas)

 

Sumber: undip.ac.id