Pilih Laman

(JATENG NEWS TV : https://youtu.be/GfyzASxhLcY)

 

Semarang (9/6) – Pelatihan     Public Speaking diadakan oleh Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro sebagai acara tahunan dalam rangka pengabdian masyarakat di kalangan guru SMP di Kota Semarang. Tahun ini Pelatihan Public Speaking diadakan di SMP Negeri 10 Semarang. Pelatihan kali ini berbeda dari pelatihan sebelumnya karena adanya pandemi Covid-19. Peserta pelatihan diwajibkan mematuhi protocol kesehatan seperti menggunakan masker, cuci tangan sebelum masuk, cek suhu tubuh, dan menerapkan social distancing. Materi disampaikan oleh dosen ilmu komunikasi di antaranya, Dr. Adi Nugroho, M.Si, AgusNaryoso, S.Sos, M.Si, dan Dra. Sri Widowati Herieningsih, MS.

“Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memaksimalkan performance para guru terutama saat tampil di depan para siswanya dan tampil di tempat umum, karena guru sebagai tokoh masyarakat terkadang diminta untuk menjadi pembicara, sehingga pelatihan public speaking ini sangat bermanfaat bagi mereka” ujar Dr. Adi Nugroho, M.Si.

Para pembicara menyampaikan materi mengenai public speaking. Dalam materi tersebut dipaparkan bahwa public speaking adalah bentuk komunikasi di mana seorang pembicara menghadapi pendengar dalam jumlah yang relative besar dan pembicaraan yang relative kontinu. Tujuan dari public speaking sendiri adalah menyampaikan informasi kepada audiens, menghibur audiens, dan mempengaruhi audiens. Sedangkan manfaat dari public speaking adalah mengurangi ketidaktahuan, memperbaiki hubungan, memahami permasalahan, dan menyelesaikan masalah.

Disampaikan pula bahwa penyakit public speaking yaitu nervous (kecemasan). Nervous sendiri muncul karena kurangnya rasa percaya diri untuk berbicara maupun tampil di depan orang banyak. Untuk itu, diperlukan hal-hal untuk meraih rasa percaya diri agar bias melakukan public speaking. Disamping itu, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam public speaking adalah variasi suara, kecepatan bicara atau artikulasi, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh.

Kegiatan pelatihan ini diawali dengan pengisian soal pre-test oleh peserta, dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh pembicara, kemudian peserta menjawab soal pre-test kembali, dan diakhiri dengan sesi foto bersama di aula SMPN 10 Semarang. Acara tersebut berlangsung dengan lancar dan diikuti oleh sekitar 16 guru SMP di Kota Semarang. Salah satu peserta mengatakan, “Dengan mengikuti pelatihan ini, kita mendapat ilmu bagaimana kita berhadapan bukan hanya dengan murid saja tetapi  juga dengan masyarakat”. HAK/MASR/VAM/CADP/SA