Semarang – Program Master of Business Administration (MBA) FISIP Universitas Diponegoro kembali menyelenggarakan kegiatan UNDIP Global Classroom bertema “Communication, Work Team and Group” pada Senin, (11/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Teori dan Perilaku Organisasi dan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini menghadirkan Ruslan Galiakhmetov, PhD dari Kazan Federal University, Rusia sebagai pembicara utama, serta Robetmi Jumpakita Pinem, S.AB., MBA, Ph.D. dari Universitas Diponegoro sebagai discussant. Melalui forum ini, mahasiswa MBA diajak memahami perbedaan pola komunikasi, budaya kerja, dan teamwork antara Rusia, Eropa, dan negara-negara ASEAN dalam konteks organisasi global.
Dalam pemaparannya, Ruslan menjelaskan bahwa budaya memiliki pengaruh besar terhadap cara individu berkomunikasi, mengambil keputusan, hingga menyelesaikan konflik di lingkungan kerja. Eropa digambarkan sebagai budaya kerja yang cenderung langsung, berbasis aturan, dan berorientasi pada tugas. Sementara itu, budaya kerja Rusia lebih menekankan hierarki, komunikasi yang tegas, serta kepercayaan yang dibangun melalui loyalitas dan kompetensi. Di sisi lain, negara-negara ASEAN seperti Indonesia, Thailand, dan Vietnam lebih mengutamakan harmoni sosial, komunikasi tidak langsung, serta pengambilan keputusan melalui konsensus kelompok.
Salah satu pembahasan menarik dalam webinar ini adalah mengenai perbedaan cara menyampaikan ketidaksetujuan dalam budaya kerja internasional. Dalam budaya Eropa, kritik disampaikan secara terbuka dan langsung. Sebaliknya, budaya ASEAN cenderung menggunakan bahasa yang lebih halus untuk menjaga hubungan interpersonal dan menghindari konflik terbuka. Materi juga menyoroti bagaimana perbedaan budaya dapat memunculkan miskomunikasi dalam proyek lintas negara apabila tidak disertai pemahaman budaya yang memadai.
Selain komunikasi verbal, pembahasan turut mencakup aspek non-verbal seperti kontak mata, ekspresi wajah, penggunaan nada suara, hingga kebiasaan small talk dalam membangun hubungan profesional. Dalam konteks ASEAN, membangun relasi personal dinilai menjadi bagian penting sebelum masuk ke pembahasan bisnis secara formal. Sementara itu, budaya Rusia dan Eropa cenderung lebih fokus pada efisiensi dan substansi pembahasan kerja.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai pentingnya cross-cultural management dalam organisasi internasional. Pemahaman terhadap karakteristik budaya dinilai penting bagi calon pemimpin dan profesional bisnis agar mampu membangun komunikasi efektif, meminimalkan konflik, serta menciptakan kolaborasi yang produktif di lingkungan kerja multikultural.
Penyelenggaraan UNDIP Global Classroom ini menjadi bentuk komitmen MBA FISIP Universitas Diponegoro dalam memperluas perspektif global mahasiswa dan memperkuat kesiapan lulusan dalam menghadapi dinamika dunia kerja internasional.