brazzers.com
massage sex video

BUDAYA KERJA

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS DIPONEGORO

Budaya organisasi merupakan nilai-nilai, keyakinan-keyakinan dan prinsip-prinsip dasar yang berfungsi sebagai fondasi sistem manajemen organisasi. Selain itu, budaya organisasi juga merupakan  praktek dan perilaku manajemen organisasi untuk memperluas dan memperteguh prinsip-prinsip dasar tersebut (Denison, 1990).

Prinsip dan praktek budaya organisasi ini bisa meningkatkan efektivitas organisasi untuk mencapai tujuannya. Pemahaman terhadap makna nilai, keyakinan dan prinsip tersebut di kalangan anggota organisasi akan menentukan efektivitas proses pencapaian tujuan organisasi. Diperlukan komunikasi organisasi yang baik di kalangan anggota organisasi untuk bisa mendapatkan pemahaman terhadap nilai, keyakinan dan prinsip dasar tersebut.

            Sebagai sebuah organisasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) telah menetapkan simbol ORANGE DIPONEGORO sebagai sebuah nilai, keyakinan dan prinsip dasar untuk memandu praktek dan perilaku manajemen organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yaitu Indikator Kinerja Universitas (IKU) sebagai bagian dari pencapaian tujuan universitas secara keseluruhan.

Simbolisasi ORANGE DIPONEGORO direpresentasikan melalui tulisan dan patung Diponegoro sedang berjalan menatap ke depan yang bisa dijumpai di taman di depan halaman kampus FISIP Undip. Dengan melihat tulisan dan patung tersebut diharapkan semua pemangku kepentingan (stakeholders) bisa mendapatkan pemahaman akan nilai, keyakinan dan prinsip dasar yang digunakan FISIP Undip untuk memandu perilaku anggota organisasinya.

Patung Diponegoro sedang bergerak dinamis dengan mata menatap ke depan mengandung arti Pangeran Diponegoro sebagai label dan ikon Universitas Diponegoro dengan kesederhanaan hidupnya mengabdikan dirinya untuk membebaskan lingkungan internal dan eksternalnya dari kebodohan, ketidaktahuan dan ketidakadilan menuju kemajuan dalam kehidupan secara material dan imaterial. Raut muka menunjukkan kemenangan dan kedewasaan, serta tidak kenal lelah dan putus asa untuk berjuang mengatasi kebodohan, ketidaktahuan, dan ketidakadilan tersebut.

Simbol ORANGE DIPONEGORO bisa dibaca dengan dua makna. Secara denotatif, Orange Diponegoro dalam bahasa Inggris berarti “Diponegoro Oranye” sebagai warna identitas FISIP Undip. Warna oranye secara denotatif mengandung arti kreativitas dan inovasi. Selain itu, Orange Diponegoro dalam bahasa Indonesia-Jawa berarti “Orangnya Diponegoro”. Kita semua, segenap sivitas akademika FISIP Undip secara khusus maupun UNDIP pada umumnya adalah orangnya (pasukan, anak buah) Pangeran Diponegoro yang sedang berjuang mengenyahkan kebodohan, ketidaktahuan dan ketidakadilan di sekitar kita. Secara sosio-linguistik, Orange Diponegoro bermakna multikulturalisme (keberagaman) kita yang terdiri dari beragam suku, agama, keyakinan, dan kategori sosial lainnya yang menjadi esensi kehidupan berbangsa dan bernegara kita (bhineka tunggal ika). Sebagaimana ditunjukkan oleh Pangeran Diponegoro sendiri yang di dalam dirinya mengalir darah  Jawa, Bima (Sumbawa) dan Madura dari nenek moyangnya (lihat biografi singkat Pangeran Diponegoro).

Secara konotatif, ORANGE DIPONEGORO mengandung makna sebagai nilai-nilai, keyakinan-keyakinan dan prinsip-prinsip dasar yang digunakan untuk memandu segenap civitas akademik FISIP Undip untuk berinterkasi dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan organisasi dan masyarakat.

O (satisfaction Orientation)

Memberikan pelayanan kepada para pemangku kepentingan selalu berorientasi kepada pelayanan prima untuk menciptakan kepuasan di kalangan para pemangku kepentingan internal dan eksternal. Pelayanan prima ini dilakukan dengan menggunakan acuan KepMenpan No. 63/KEP/M.PAN/7/2004 terkait Prinsip Pelayanan Publik, yaitu:

  1. Kesederhanaan;
  2. Kejelasan;
  3. Kepastian waktu;
  4. Akurasi;
  5. Keamanan;
  6. Tanggung jawab;
  7. Kelengkapan sarana prasarana;
  8. Kemudahan akses;
  9. Kedisiplinan, kesopanan, dan keramahan;
  10. Kenyamanan

 

R (high Reputation)

Menjadi sosok bereputasi baik (kredibilitas tinggi) melalui aktualisasi nilai-nilai DIPONEGORO dalam dirinya yaitu:

  • D (Dedication): loyal pada bangsa-negara, lembaga, pimpinan, dan profesi
  • I (Integrity): jujur, berani, peduli, adil, disiplin
  • P (Proffesionalism): berkompeten melaksanakan tugas dan fungsi
  • O (Opportunity): menciptakan peluang kerjasama dan pelayanan
  • N (Networks): menciptakan jejaring dengan pemangku kepentingan
  • E (Egalitarianism): sikap demokratis dalam perilaku organisatoris
  • G (Goodness): sebarluaskan kebaikan sekecil apapun di lingkungan
  • O (Outlook): optimis menghadapi masa depan
  • R (Regeneration): menyiapkan keberlangsungan kepemimpinan organisatoris
  • O (Opulence): menciptakan kesejahteraan material dan imaterial untuk lingkungan

A (humanistic Act)

Sikap dan perilaku hormat dan menghargai sesama anggota organisasi dilakukan dengan cara tidak merendahkan orang lain berdasarkan keyakinan, kepercayaan, etnisitas, kekayaan, pendidikan, fisikal, dan lain-lain aspek yang melekat dalam diri individu. Memandang dan menempatkan orang lain sama derajatnya dengan kita.

N (social Norm)

Nilai-nilai lokal sebagai panduan interaksi sosial, antara lain

  • Urip iku urup (bermanfaat bagi orang lain)
  • memayu hayuning bawana, ambrasta dur angkara (mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan dengan meninggalkan sifat amarah, serakah dan tamak)
  • Sura dira jaya jayaningrat, lebur dening pangastuti (mengedepankan sikap bijak, lembut hati dan sabar dibanding sifat keras hati, picik, dan amarah)
  • Nglurug tanpa bala, sekti tanpa aji-aji, sugih tanpa bandha (berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan, kekayaan, dan keturunan)
  • Datan serik lamun ketaman, datan susah lamun kelangan (tidak mudah sakit hati, sedih atau putus asa ketika dapat masalah)
  • Aja gumunan, aja getunan, aja kagetan, aja aleman (bersahaja dalam kehidupan)
  • Aja ketungkul marang kalungguhan, kadonyan lan kamareman (tidak terobsesi dengan kedudukan, materi dan kepuasan duniawi)
  • Aja kuminter mundak keblinger, aja cidra mundak cilaka (bersikap rendah hati dan jujur dalam kehidupan)
  • Aja milik barang kang melok, aja mangro mundak kendho (tegas dan semangat dalam menjalani kehidupan dengan meninggalkan sifat mudah tergiur pada kemewahan dan kecantikan)
  • Aja adigang, adigung, adiguna (jangan suka pamer kekuasaan, kekayaan, dan kepandaian)
  • Alang-alang dudu aling-aling, margining kautaman (masalah dalam kehidupan bukan penghambat melainkan sarana menuju kesempurnaan)
  • Sopo weruh ing panuju sasat sugih pager wesi (bercita-cita tinggi dengan panduan nilai-nilai luhur untuk mencapainya)

G (transparent Governance)

Tata kelola kelembagaan terbuka dilakukan dengan menyediakan layanan sistem informasi akademik berbasis internet (Simaweb) dan layanan administrasi keuangan berbasis aplikasi internet untuk lingkungan internal dan eksternal. Proses penyusunan anggaran berbasis usulan program studi sesuai pagu masing-masing program studi. Menyediakan layanan media komunikasi untuk menerima masukan dari stakeholders melalui newsletter ORANGE DIPONEGORO yang terbit setiap triwulan, facebook, twitter, dan layanan sms.

E (communality Effort)

Bekerja keras bersama-sama untuk mencapai tujuan. Dilakukan dengan cara mensinergikan berbagai sumber daya yang ada di program studi untuk mewujudkan capaian Indikator Kinerja Universitas (IKU) yang didistribusikan secara merata di setiap Departemen yang ada di fakultas, yaitu:

  • Departemen Administrasi Publik;
  • Departemen Politik dan Pemerintahan;
  • Departemen Ilmu Komunikasi;
  • Departemen Administrasi Bisnis;
  • Departemen Hubungan Internasional.

D (Dedication): loyal pada bangsa-negara, lembaga, pimpinan, dan profesi

I (Integrity): jujur, berani, peduli, adil, disiplin

P (Proffesionalism): berkompeten melaksanakan tugas dan fungsi

O (Opportunity): menciptakan peluang kerjasama dan pelayanan

N (Networks): menciptakan jejaring dengan pemangku kepentingan

E (Egalitarianism): sikap demokratis dalam perilaku organisatoris

G (Goodness): sebarluaskan kebaikan sekecil apapun di lingkungan

O (Outlook): optimis menghadapi masa depan

R (Regeneration): menyiapkan keberlangsungan kepemimpinan organisatoris

O (Opulence): menciptakan kesejahteraan material dan imaterial untuk lingkungan

TOP